Senin, 03 Juni 2013

GURU UJUNG TOMBAK BERHASILNYA KURIKUKUM 2013

Sedikitnya ada dua faktor besar dalam ke­berhasilan kurikulum 2013.
Pertama, penen­tu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependi­dik­an (PTK) dengan kurikulum dan buku teks.
Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur;
(i) ketersediaan buku sebagai ba­han ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pem­bentuk kurikulum;
(ii) penguatan peran pemerintah da­am pembinaan dan penga­wasan; dan
(iii) penguatan ma­naj­emen dan budaya sekolah.
Berkait dengan faktor perta­ma, Kemdikbud sudah mende­sain­­ strategi penyiapan guru se­­bagaimana digambarkan pa­da skema penyiapan guru yang me­ibatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat terdiri atas unsur dinas pendidikan, dosen, widya­swara, guru inti, pengawas, ke­­pala sekolah; guru uta­ma me­iputi guru inti, penga­was, dan kepala sekolah; dan guru mereka terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran SD, SMP, SMA, SMK.
Pada diri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus di­beri perhatian khusus dalam rencana implementasi dan ke­terlaksanaan kurikulum 2013, yaitu kompetensi pedagogi; kompetensi akademik (keilmuan); kompetensi sosial; dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemung­kinan terjadinya perubahan.









Kesiapan guru lebih penting­ daripada pengembangan kuri­kulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar,­ dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah mene­rima materi pembelajaran.















Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Disinilah guru berperan be­sar di dalam mengimplementa­sikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cer­das tapi juga adaptip terhadap perubahan.

Rabu, 01 Mei 2013

PERATURAN TEKNIK PELOMBAAN ATLETIK (PASI)



        Semua perlombaan atletik sebagaimana diuraikan dalam peraturan IAAF, harus diselenggarakan dengan menggunakan peraturan IAAF dan hal ini harus dinyatakan dalam semua selebaran, pengumuman, brosur, barang-barang produk tertentu, reklame atau iklan, dan Buku Acara atau Buku Program Perlombaan, dan barang-barang cetakan lainnya.
Catatan: Disarankan agar Federasi Atletik Nasional (PASI) menggunakan Peraturan Lomba Atletik IAAF untuk menggelar lomba atletik di lingkungannya masing-masing.

  • Tugas Utama Sekretariat Perlombaan
A. Masa Pra Perlombaan
a) Bertanggung jawab terhadap penyiapan semua dokumen dan tugas-tugas administratif lainnya yang diperlukan bagi pengoperasian perlombaan.
b) Menjamin bahwa semua dokumen yang diperlukan didistribusikan atau dibagikan kepada petugas-petugas perlombaan yang berkepentingan. Roll call, Wasit, Juri, Team Manager, Media, Pers, dll.
c) Bertanggung jawab atas formulir pendaftaran awal peserta dan pendaftaran terakhir (peserta perlombaan).
d) Dari formulir pendaftaran peserta tersebut dapatlah disusun daftar peserta Per Kontingen/ Per Daerah, Per Event/ Per Nomor dengan catatan prestasi terbaik sebagai Materi Pertemuan Technik. Serta bahan penyusunan Seeding (pengaturan seri-seri).
e) Materi Technical Meeting yang harus dipersiapkan, Berupa:
  • Susunan kepanitiaan bidang teknis perlombaan.
  • Menyiapkan jadwal perlombaan Regional atau Kejurnas.
  • Susunan daftar peserta Per Daerah atau Per Kontingen lengkap dengan nomor dadanya.
  • Susunan atau daftar event atau per nomor dengan catatan prestasi terbaik (jika ada). Sebagai dasar penyusunan seeding atau seri-seri dalam perlombaan,
f) Pasca Technical Meeting yang pelu dipersiapkan adalah :
  • Revisi daftar peserta perlombaan sesuai ralat dari masing-masing Team Manager (dasarnya pendaftaran terakhir).
  • Pembuatan buku acara perlombaan.
  • Pengetikan atau pengisian blangko perlombaan sesuai jadwal atau jam perlombaan.
  • Mempersiapkan semua peralatan tulis menulis yang diperlukan oleh petugas perlombaan.
  • Mempersiapkan blangko-blangko perlombaan seperti: blangko pengolah hasil, blangko pengukur kecepatan angin, blangko penghitung keliling, blangko timer dan kedatangan, blangko jalan cepat, blangko sapta dan dasa lomba lengkap dengan table scornya (jika dilombakan), blangko protes, dll.
B. Masa Perlombaan
a) Satu jam sebelum perlombaan seluruh blangko perlombaan yang telah diketik sesuai jadwal perlombaan pada hari itu harus tersedia di meja roll call.
b) Menjamin pendistribusian blangko perlombaan setelah dilakukan ceking di roll call, melalui petugas penghubung perlombaan kepada :
  • Untuk nomor lari :
Roll Call, Stater, Timer / Kedatangan, Penyiar / Anouncer Sekretariat Perlombaan.
  • Untuk nomor lapangan ( Lompat dan Lempar )
Roll Call Koordinator Petugas Lapangan ( Lompat / Lempar), Penyiar / Anouncer, Sekretariat Perlombaan.
c) Pengolahan dan Perindustrian hasil Perlombaan
Mekanisme Proses Pengolahan hasil Perlombaan.
  • Untuk nomor lari :
  • Dari Timer / kedatangan setelah di aprove oleh wasit lari, diproses oleh pengolah hasil / komputrisasi, kemudian di aprove oleh wasit lari atau dalam perlombaan, kemudian diumumkan melalui announcer setelah ditandatangani kembali oleh wasit.
  • Didistribusikan melalui media center ( Sie Humas yang tersedia di Pers, Pejabat, Undangan, dan kontingen )
  • Untuk nomor lapangan ( Lempar dan Lompat )
    • Dari lapangan setelah aprove oleh wasi Lompat / Lempar, diproses oleh pengolah hasil / komputerisasi, kemudian di approve oleh wasit ybs atau dalam perlombaan selanjutnya diumumkan melalui announcer.
    • Didistribusikan melalui media center atau Sie Humas yang tersedia Pers, Pejabat, Undangan, Kontingen.
d) Penghitungan Medall Tally.
e) Cecking jika terjadi pemecahan rekor.
f) Pembuatan hasil lengkap perlombaan untuk didistribusikan kepada kontingen.
  • Struktur Perlombaan Atletik
Panitia penyelenggara suatu perlombaan atletik harus menunjukkan atau mengangkat semua petugas, sesuai dengan peraturannegara anggota IAAF dimana lomba itu dilaksanakan.
Daftar berikut berisikan petugas-petugas yang dianggap perlu untuk melayani perlombaan atletik.
  • Petugas Pengelola (Management Officials)
a) Direktur Perlombaan (Competition Director)
  • Delegasi Teknik (DT)
  • Peserta Lomba
  • Petugas Teknis (Official)
  • Medis (Medical Team)
Direktur perlombaan bekerjasama dengan DT harus merencanakan organisasi teknis perlombaan serta menjamin bahwa rencana ini dapat dilaksanakan dan mampu memecahkan semua masalah teknis yang timbul.
Dia akan mengarahkan interaksi antar atlet perlombaan, dan melalui sistem komunikasi selalu berhubungan dengan petugas.
b) Manager Perlombaan ( Meeting Manager)
  • Kelangsungan perlombaan
  • Petugas Teknis (Official)
  • Keamanan (Marshals)
  • Chief Starter
  • Chief Track
  • Wasit (Referee)
Manager Perlombaan bertanggung jawab atas penyelenggaraan perlombaan dengan benar. Dia harus mengecek bahwa semua petugas telah datang melapor untuk menjalankan tugasnya, menunjuk pengganti bila perlu dan memiliki wewenang untuk memberhentikan seorang petugas teknik bila tidak mematuhi peraturan.
Bekerja sama dengan marshals, dia harus mengatur bahwa hanya orang-orang yang diberi wewenang saja yang diizinkan berada di arena lomba.
c) Manager Teknik (Technical Manager)
Equipment Official
  • Lintasan (Track)
  • Lompat (Jumps)
  • Lempar (Throw)
  • Peralatan Perlombaan
Manager Teknik ini bertanggung jawab untuk menjamin bahwa lintasan lari, jalur-jalur awalan, lingkaran lempar, lengkung batas lemparan, sektor lemparan, tempat pendaftaran untuk event-event lapangan, dan semua peralatan dan alat lomba sesuai dengan peraturan IAAF.
d) Manager Presentasi Lomba (Event Presentation Manager)
Manger presentasi lomba bekerjasama dengan direktur, DO, dan DT harus merencanakan pengaturan presentasi perlombaan. Dia harus menjamin bahwa rencana ini dapat terlaksana, menyelesaikan setiap masalah yang muncul. Dia pun harus mengarahkan interaksi antar anggota tim presentasi lomba dengan menggunakan sistem komunikasi.
  • Petugas Perlombaan
1) Referee  
Referee Track: Chief Track, Chief Walk, Chief Umpire, Chief Time, Chief Foto Finish, dan Combined Event.
Referee Throws:
Chief Judge Throws 
Chief Judges Jumps
2) Satu wasit ruang panggil (Call Room Referee)
3) Satu ketua judge dari para judge event lintasan dengan jumlah yang memadai.
4) Satu ketua judge dan para judge untuk tiap event lapangan.
5) Satu ketua judge dan lima judges untuk tiap event lomba jalan cepat yang dilaksanakan di lintasan.
6) Satu ketua judge dan delapan judges untuk tiap event jalan cepat yang dilaksanakan di jalan raya.
7) Petugas jalan cepat lainnya yang diperlukan meliputi: pencatat (recorder), operator papan pelanggaran, dll.
8) Satu ketua pengawas lintasan dan para pengawas lintasa dalan jumlah yang memadai.
9) Satu ketua pencatat waktu dan para pencatat waktu.
10) Satu koordinator starter dan para starter dan Re-Caller.
11) Satu atau lebih asisten starter.
12) Satu ketua penghitung keliling dan para penghitung keliling.
13) Satu sekretaris perlombaan (pengolah hasil) dan sejumlah asisten.
14) Satu ketua marshal dan para marshal.
15) Satu atau lebih operator pengukur angin.
16) Satu ketua judge foto finish dan sejumlah asisten.
17) Satu ketua judge ruang panggil dan para judge dalam jumlah yang memadai.
Catatan: Para wasit dan ketua judge harus mengenakan pakaian atau badge yang mencolok.
  • Petugas Tambahan
  1. Satu atau lebih Announcer.
  2. Satu atau lebih Ahli Statistik.
  3. Satu Komisaris Periklanan.
  4. Satu Surveyor Resmi ( Juru ukur resmi)
  5. Satu atau lebih dokter.
Catatan: Bila event putr dilombakan sedapat mungkin seorang dokter wanita harus ditunjuk.
  • Tugas Manager Ruang Panggil
  • Bekerjasama dengan juri atau judge.
  • Mengecek atau memeriksa atlet/
  • Mengatur ke arena lomba.
    • Koordinator Start
      • Menugaskan anggota.
      • Mengawasi anggota.
      • Koordinasi sub bidang lain.
      • Memberikan sinyal pada starter.
  • Pendaftaran
    1. Perlombaan yang sesuai peraturan IAAF dibatasi bagi atlet yang memenuhi peraturan keabsahan IAAF.
    2. Tidak seorang pun atlet diperkenankan berlomba di luar negaranya, kecuali jika keabsahannya dijamin oleh Federasi Anggota yang memberi izin padanya untuk turut berlomba. Dalam semua perlombaan Internasional, jaminan keabsahannya tersebut harus diterima, kecuali jika ada suatu keberatan tentang status atlet yang diajukan kepada DT.
Pendaftaran Simultan
3) Jika seorang atlet didaftarkan baik dalam event lintasan dan lapangan sekaligus atau lebih dari satu event lapangan yang pelaksanaannya berlangsung secara serentak. Wasit terkait dapat mengizinkan atlet untuk melakukan kesempatannya pada urutan yang berbeda dari yang telah ditentukan dengan undian sebelum perlombaan dimulai.
  • Pengukuran Lintasan
  1. Dalam perlombaan atletik, track harus dapat menampung delapan lintasan.
  2. Panjang lintasan lari yang standart adalah 400 meter. Pengukuran dilakukan ke arah luar dari kerb. Jika tidak ada kerb, pengukuran dilakukan 20 cm dari garis tepi dalam lintasan.
  3. Jarak lomba harus diukur dari tepi garis start yang lebih jauh dari garis finish sampai ke tepi garis finish yang lebih dekat dari garis start.
  4. Dalam lomba berjarak 400 meter atau kurang setiap atlet harus mempunyai lintasan yang pisah dengan lebar 1.22 meter yang ditandai dengan garis putih selebar 5 cm. Semua lintasan harus punya lebar yang sama. Lintasan dalam harus diukur 20 cm dari tepi luar garis lintasan.
  5. Kemiringan track yang diperbolehkan tidak melebihi 1:100 pada arah samping dan tidak melebihi 1:1000 menuju pada arah lari.
    • StartBlok
      1. Startblok harus digunakan untuk semua lomba sampai dengan jarak 400 meter (termasuk atlet pertama pada estafet 4X200 meter dan 4X400 meter) dan tidak boleh digunakan untuk lomba lainnya. Saat ditempatkan di track, tidak boleh ada bagian startblok yang menyentuh garis start atau melampaui batas lintasan.
Starblok harus memenuhi spesifikasi berikut:
1.Berkonstruksi kaku dan tidak memberikan keuntungan tak jujur bagi pemakainya.
2.Terpasang kokoh pada track dengan sejumlah paku yang dirancang agar kerusakan track yang ditimbulkannya sekecil mungkin. Pemasangannya harus memungkinkan untuk dapat dipindahkan dengan mudah dan cepat. Jumlah, besar, panjang paku tergantung dari konstruksi track. Pemasangan yang kokoh bertujuan untuk startblok tidak goyang pada saat start yang sebenarnya.
3.Jika atlet menggunakan startbloknya sendiri, maka startblok ini harus memenuhi poin-poin diatas. Startblok tersebut boleh mempunyai desain dan konstruksi apaun asalkan tidak mengganngu atlet lainnya.
          Dalam lomba atletik, startblok harus dihubungkan dengan alat pendeteksi start salah yang disahkan IAAF. Sedangkan starter dan atau Re-Caller harus memakai headphone adar dapat mendengar dengan jelas sinyal akustik, dan jika pistol sudah ditembakkan atau perangkat start sudah diaktifkan maka harusada recall dan starter harus segera memeriksa waktu reaksi pada alat pendeteksi start salah. Guna memastikan atlet mana yang bertanggung jawab terhadap start salah tersebut.
          Dalam perlombaan atletik, atlet harus menggunakan startblok yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara Perlombaan. Dalam perlombaan ini pada track sintetik, Panitia Penyelenggara dapat menekankan bahwa atlet boleh menggunakan starblok yang disediakan oleh panitia penyelenggara saja.

Drs.EDY MULYONO (FieZtA music)

Minggu, 21 April 2013

KUMPULAN HADIST DAN KATA MUTIARA SAHABAT NABI

 
Dari Haritsa bin Wahab: Aku mendengar Rasulullah berkata, “Keluarkanlah sedekah sebab akan datang suatu masa dalam hidup manusia dimana ketika seseorang keluar dengan sedekahnya dari satu tempat ke tempat lain tetapi ia tidak menemukan seorang pun untuk menerimanya.”

Dari Abu Dzarr r.a. berkata, "Rasullulah SAW berkata kepadaku, "Janganlah sekali-kali engkau meremehkan suatu perbuatan baik walaupun hanya menyambut saudaramu dengan muka yang manis" (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW, Beliau bersabda,"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia selalu berkata baik atau hendaklah ia diam" (HR. Bukhari-Muslim)

Dari Hudzaifah r.a. berkata, Rasullulah SAW bersabda," Orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk surga" (HR Bukhari Muslim)

Dari Ibnu Umar r.a. berkata, Nabi SAW bersabda, "Sejahat-jahatnya dusta adalah bila seseorang mengaku kedua matanya melihat apa yang tidak dilihatnya" (HR Bukhari-Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasannya Nabi SAW bersabda, "Jauhilah oleh semua sifat dengki/iri hati itu, karena sesungguhnya sifat dengki itu bisa menghabiskan amal-amal kebaikan sebagaimana apai menghabiskan kayu bakar " (HR Abu Dawud)

Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan iaitu: Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau; hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau; hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau; adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna
(Sayidina Abu Bakar)

Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti.
(Sayidina Umar bin Khattab)

Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.
(Sayidina Umar bin Khattab)

Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia.
(Sayidina Umar bin Khattab)

-Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya
-Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina
-Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya
-Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga

(Sayidina Umar bin Khattab)

Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. (Khalifah 'Ali)

-Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu'
-Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia -Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur'an tanpa mengambil pangajaran daripadanya
-Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara'
-Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi
-Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki
-Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan
-Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara', sedang orang yang tidak wara' itu bererti hatinya mati
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Dia berkata kepada para sahabat,"Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!"
(Sayidina Abu Bakar)


(FieZtA music)

Senin, 18 Maret 2013

HUMOR

 COWOK IDAMAN
Cewek : Mas kerja dimana?
Cowok : Saya cuma usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali…
Cewek : (WAW…Konglomerat pasti!)… Mas tinggal dimana?
Cowok : Pondok Indah Bukit Golf…
Cewek : (WAW kereenn…Rumah Orang-orang “The Haves”) Pasti gede rumahnya yah…?
… Cowok : Ngga ah…Biasa aja koq…cuma 3000 m2…
Cewek : (Busett!) Pasti mobilnya banyak yah…?
Cowok : Sedikit koq…Cuma ada Ferrari. Jaguar. Mercedes. BMW. Mazda…
Cewek : (Wah cowok idaman gue nihh!!) Mas uda punya istri…?
Cowok : Hmm…Sampai saat ini belum tuh…hehe…
Cewek : (Enak juga nih kalu gue bisa jadi bininya…) Mas merokok??
Cowok : Tidak…rokok itu tidak bagus untuk kesehatan tubuh…
Cewek : (Wah sehat nihh!) Mas suka minum-minuman keras?
Cowok : Tidak donk…
Cewek : (Gilee…Cool abissss!!) Mas suka maen judi??
Cowok : Nggak…ngapain juga judi? ngabisin duit aja
Cewek : (Ooohhhh…So sweett…) Mas suka dugem gitu ga??
Cowok : Tidak tidak…
Cewek : (Iihh…sholeh banget nih cowok!) Mas udah naik haji?
Cowok : Yah…baru 3x dan umroh paling 6x…
Cewek : (Subhanallah…calon surgawi…) Hobinya apa sih mas?
Cowok : BOHONGIN orang……

DUA SAHABAT SATU CEWEK
 Ada dua orang sahabat, Salim dan Jono, bekerja pada sebuah perusahaan besar. Suatu saat mereka berdua ada tugas training ke Jakarta selama 1 bulan penuh. Karena jauh dari istri, pada hari ke-20 mereka tidak tahan untuk melampiaskan nafsu mereka.
Akhirnya Salim mengajak Jono ketempat lokalisasi. Setibanya disana, cewek yang ada cuma ada satu, yang lain sedang di booking. Lalu mereka kompromi, Jono mempersilahkan Salim untuk masuk kamar duluan bersama cewek tersebut.
Selang 20 menit Si Salim keluar kamar…
Jono: “Gimana Lim?”
Salim: “Biasa aja tuh, masih enakan istriku dirumah”
Setelah itu Jono masuk ke kamar dan 25 menit kemudian dia keluar sambil berkata:
Jono: “Betul katamu Lim, masih enakan istri kamu…”

 TITIP KENCING
Ada sepasang pengantin baru yang akan menikmati malam pertama, si istri seorang yang sangat kolot dan penakut untuk melakukan hubungan sex, karena dia dengar bahwa hubungan sex itu awalnya akan terasa sangat sakit.
Maka pada malam pertama sang suami gagal untuk berhubungan. malam keduapun gagal lagi, demikian seterusnya sampai hari ke 6. Pada hari ke 7, malam-malam si istri bangun dan berdiri hendak meninggalkan tempat tidur, si suami heran dan bertanya :
Suami : “Mau kemana dik?”
Istri : “Mau ke kamar mandi mas, buang air kecil”
Suami : “Aku nitip donk”
Istri : “Gimana caranya mas?”
suami : “Gampang… gini aku kasih tahu caranya”
Akhirnya berhasillah sang suami menyalurkan hasratnya yang selama ini terpendam.
Setelah selesai, si istri kekamar mandi sedang si suami tidur lagi.
Besoknya, malam-malam si suami kaget ketika istrinya membangunkan :
Istri : “Mas-mas bangun..”
Suami : “Ada apa dik malam-malam bangunin saya?”
Istri : “Nggak mas… cuma tanya.. mau titip lagi nggak, soalnya aku mau ke kamar mandi lagi”

 PEMERKOSA
Pada suatu hari terjadi persidangan, di sebuah kantor pengadilan. Yang membahas tentang si Udin yang tua berumur 70 th, memperkosa anak umur tujuh tahun.
Dalam persidangan tersebut terjadi banyak perdebatan,antara hakim, jaksa penuntut, dan Udin.
Hakim : “Saudara Udin anda dituduh atas pemerkosaan anak dibawah umur !, bukan begitu saudara jaksa?”
Jaksa : “Tepat sekali yang mulia!”
Karena tuduhan hakim dan jaksa masih memberatkan si Udin,akhirnya Udin protes…
Udin : “SAYA TIDAK TERIMA YANG MULIA!!!”
Jaksa : “Tidak terima gimana, korban ada, saksi banyak kurang apa lagi?”
Udin : “Pokoknya saya tidak terima..!!, jelas-jelas saya tidak memperkosa anak dibawah umur?”
Hakim : “Kalau bukan dibawah umur terus apaan?”
Dengan keyakinan Udin menjawab,”SAYA MEMPERKOSA ANAK DIBAWAH KASUR!!!”

SURGA DI BAWAH ANU
Seorang anak bertanya kepada Ibunya.
“Bu, kenapa surga ada dibawah telapak kaki Ibu?”
Ibunya menjawab:
“Kalau diantara kedua paha Ibu, itu surganya Bapakmu nak..”
WKWKWKWKWKWK......

BISIKAN KASIH
Sepasang kekasih yang hendak menikah sedang berkencan.
Si cewek berbisik pada kekasihnya, “Sekarang waktunya kita saling jujur agar kelak kita tidak kecewa.” Cowok mengangguk.
“Sesungguhnya dada saya rata seperti papan. Kalau kau tidak suka katakan saja. Kita bisa batalkan rencana pernikahan ini. Saya siap menghadapinya”, kata cewek.
Cowok dengan lemah lembut menjawab, “Itu tidak masalah. Bagiku seks bukanlah hal yang penting, Tetapi cinta kasih”
Cewek pun lega mendengarkannya.
“Saya juga perlu mengatakan sesuatu sejujurnya padamu.”, sambut cowok. Cewek mengangguk tersenyum. “Sesungguhnya ‘anu’ saya seperti bayi…”, kata cowok.
“Sstt…sudahlah itu tidak soal. Bagiku seks bukanlah hal yang penting. Tetapi cinta kasih.”, sahut cewek.
Cowok pun lega mendengarkannya.
Malam pengantin tiba. Cewek mulai membuka baju dan tampaklah dadanya yang memang benar-benar rata. Cowok hanya tersenyum melihatnya. Kemudian cowok mulai membuka celananya sehingga tampaklah ‘anu’nya. Melihat itu cewek menjerit dan pingsan. Setelah siuman si cewek bertanya, “Kau katakan punyamu seperti bayi…?”
“Yah memang seperti bayi, panjang 50 cm dan berat 3 kg”

 PAYUDARA BESAR
Seorang pria kaya yang memiliki tiga pacar kebingungan saat menentukan wanita mana yang hendak dinikahinya. Untuk menentukan siapa yang layak menjadi pendampingya, ia memutuskan untuk memberikan Rp. 100 juta kepada masing-masing pacarnya dan melihat bagaimana mereka membelanjakan uangnya itu.
Pacar pertama melakukan total makeover dengan uang yang didapat. Dia membeli baju baru, melakukan perawatan tubuh habis-habisan hingga penampilannya terlihat sangat sempurna. “Aku menghabiskan uang itu agar aku bisa terlihat cantik. Itu semua demi cintaku padamu,” kata pacar pertama dengan manja.
Pacar kedua membeli seperangkat home theatre terbaru untuk si pria kaya itu. Ia berkata, “Sayang, aku membeli hadiah ini karena aku sangat mencintaimu”
Pacar ketiga menginvestasikan Rp. 100 jutanya di pasar saham. Dalam sekejab ia dapat menggandakan investasinya dan mengembalikan uang Rp. 100 juta plus hasil investasinya kepada pria tersebut. “Sayang, saya menginvestasikan uang ini untuk masa depan kita karena aku sangat mencintaimu,” Demikian rayuan pacar ke-tiga.
Pria itu tetap kebingungan dan harus berpikir keras untuk menentukan siapa yang layak menjadi calon istrinya.
Akhirnya ia memutuskan untuk menikah dengan pacarnya yang memiliki payudara paling besar.

CARA MENJADI SEORANG GURU YANG BAIK

       Bagaimana cara menjadi guru yang baik? Guru adalah sosok yang wajib dugugu dan ditiru, demikian pepatah mengatakan.Guru adalah seorang pengajar sekaligus seorang pendidik yang artinya selain dia mengajar mata pelajaran tertentu dia juga bertugas sebagai pendidik yaitu mendidik budi pekerti serta akhlak para peserta didik. Itu guru jaman dahulu...
     Bagaimana dengan guru jaman sekarang, apakah bisa seperti guru jaman dahulu yang selalu dihargai oleh murid-muridnya di manapun berada?
     Walaupun secara pendidikan formal para guru telah jauh lebih maju daripada guru jaman dulu, ternyata guru jaman sekarang masih banyak kekurangan.Kekurangan-kekurangan tersebut di antaranya :
     1. Lemah mental
     2. Kurang kstabilan emosi
     3. Lebih mementingkan pengajaran dan mengabaikan pendidikan akhlak.
     4. Takut kepada peserta didik, banyak terjadi pada guru putri.
     5. Apatis pada lingkungan di mana dia mengajar
     6. Kurang peduli kepada siswa yang kurang disiplin
     7. Ingin dihormati peserta didik
     8. Lebih mementingkan hasil dara pada proses.
     9. Kurang memahami karakter/ pribadi siswa sehingga menganggap semua siswa sama.

Ada 5 Tips bagi seorang guru :
1. Seorang guru harus benar-benar menguasai materi dengan baik yang akan diajarkan. Banyak hal  cara bagaimana kita menyiapkan materi supaya anak didik kita mengerti sekaligus faham materi yang kita sampaikan. rekan-rekan saya anggap sudah mengerti apa yang saya maksud kan?, intinya siapkan yang akan anda ajarkan, walaupun sekecil apapun itu.
2. Gunakan bahasa, cara, metode yang sederhana supaya anak didik anda cepat memahaminya, setelah anda menerangan, tannya kepada mereka, “Sudah jelas?, ada yang perlu ditannyakan?", kasusnya adalah ketika hal itu kita lakukan kadang anak didik kita tidak ada yang tanya, dikarenakan mungkin, takut, atau dikarenakan hal yang lain. Dan itu kita bisa mensiasatinya dengan cara kita sendiri-sendiri.  Berikan nilai plus kepada murid yang bertanya (tambahan nilai), Dan berikan hadiah kepada muruid apabila ada yang bisa menerangkan pertannyaan murid yang bertannya. itu sebagai salah satu faktor kita bisa menghidupkan suasana kelas. yang nanti kita akan membahasnya dibawah.
3. Mampu menghidupkan suasana kelas. Disisnilah kesulitan para pengajar. Mengapa sulit dikarenakan beragam watak dari sang murid. Bagaiamana kita bisa menguasai kelas kalau kita tidak mengerti watak dari mereka (murid)?, Jelajahi watak-watak mereka, beri mereka kenyaman waktu kita ada di depan mereka, yang itu akan menimbulkan mereka suka dengan materi yang kita sampaikan.
4. SERSAN (SERius tapi SANtai). jangan terlalu serius dan jangan terlalu santai (suasana kelas). Jadi ketika kita mengajar beri sedikit guyonan yang tujuannya supaya mereka tidak jenuh dengan pelajaran yang kita ajarkan waktu itu.
5. Satukan mereka dengan permainan atau game, diselah-selah waktu terakhir (tidak sering). Dengan permainan yang kreatif, tidak melencong jauh dari pelajaran kita. Contoh: kita mengajar PENJASORKES, dimana 1 kelas ada 30 murid, kita bagi 3 kelompok, masing-masing membentuk lingkaran dan melakukan permainan sederhana yang menyenangkan. 

     Kelima tips diatas masih ada 12 langkah lagi agar anda sukses menjadi guru yang baik dan profesional :
  1. Rencanakan dalam seminggu perencanaan mengajar anda
  2. Selalu update rencana pengajaran anda setelah dan sebelum mengajar
  3. Tidur yang cukup setiap hari. Hal ini penting agar suasana hati kita terjaga dan tidak mudah emosi
  4. Rencanakan pengajaran anda dalam team, jika tidak mungkin konsultasikan formal dan informal RPP anda pada rekan sesama guru.
  5. Masuk kelas lebih awal bisa 3 menit atau 5 menit lebih awal.
  6. Pikirkan 3 strategi atau rencana dalam mengajar, dengan demikian anak yang cepat selesai tetap punya kegiatan
  7. Saat mengajar sempatkan memotivasi siswa. memotivasi itu bukan memuji karena memotivasi anda perlu mendalami karakter anak yang anda ingin motivasi
  8. Tebarkan senyum pada seisi kelas
  9. Ucapkan salam dengan semangat saat akan mengajar
  10. Berikan soal yang menantang dan bukan sekedar sulit
  11. minta siswa untuk ajarkan siswa lainnya jika ia sudah selesai
  12. Kurangi gaya  ‘one man show’ saat mengajar, kurangi semangat untuk menceramahi siswa. Biarkan siswa juga berbicara di kelas, berbagi mengenai strateginya dalam mengerjakan soal yang anda berikan. 
 JADILAH PENDIDIK BUKAN PENGAJAR
      Seorang pendidik memiliki kemampuan untuk mentransfer ilmu layaknya pengajar, namun seorang pengajar tidak mampu untuk melakukan hal yang sama layaknya pendidik, yakni turut bertanggung jawab atas moral dari orang yang di didik, dan itu merupakan sebuah amanah yangcukup besar, karena apa yang akan di lakukan oleh orang yang telah terdidik, merupakah hasil binaan dari si pendidik.
Menjadi seorang pengajar adalah sebuah pekerjaan yang sangat mulia, karena dia turut mencerdaskan bangsa berkat kerjanya, Pengajar mampu menciptakan orang-orang yang cerdas , bukankah akan menjadi makmur negara ini jika semua pemimpin ataupun warga negaranya cerdas, berkat seorang pengajar ? Jawabannya BELUM TENTU !!!
mereka memang cerdas dalam berfikir, namun belum tentu mereka juga cerdas dalam bertindak serta memiliki moral yang baik.
buktinya ? kita lihat saja para pemimpin dan wakil rakyat, tidak mungkin mereka bisa duduk di kursi kebanggaan mereka jika mereka tidak cerdas, namun masih banyak wakil rakyat tersebut yang melakukan tindakan layaknya orang yang tak berpendidikan, ada beberapa berita yang menyebutkan bahwa wakil rakyat pernah menonton video porno dalam sidang, dan bahkan pernah ada wakil rakyat yang video mesumnya tersebar ke masyarakat, namun yang paling mencolok adalah hobi beberapa wakil rakyat untuk mencuri uang negara, yang tentunya uang itu milik rakyat. Jika kita telusuri lagi dalam setiap kasus korupsi di butuhkan sebuah Taktik dan kecerdasan Tinggi oleh si pelaku untuk mencuri uang Negara , hingga tak seorangpun mampu mengetahuinya, namun apakah itu termasuk prilaku orang berpendidikan ? tentu TIDAK , itu karena mereka tidak memiliki dasar moral serta pendidikan yang baik. Mereka (Para Koruptor)Hanya memikirkan kesenangan mereka, tanpa memikirkan nasib jutaan rakyat yang mereka rugikan, dan dampak besar lain dari korupsi yang mereka lakukan. Karena itulah Indonesia tidak membutuhkan para pemimpin yang Terpelajar namun tak bermoral, yang Indonesia butuhkan adalah orang- orang yang terdidik, yang secara tak langsung mereka akan bertanggung jawab terhadap amanah yang mereka pegang.
 
(FieZtA music)



Senin, 18 Februari 2013

PROPOSAL PTK PENJASORKES SMP TENTANG BOLA BASKET

UPAYA MENINGKATKAN GERAKAN LAY UP SHOOT BOLA BASKET DENGAN METODE TUTORIAL TEMAN SEBAYA PADA KELAS 9E SEMESTER 1
DI SMP NEGERI 2 PAMOTAN TAHUN PELAJARAN 2013-2014







PROPOSAL PTK
PENJASORKES










Disusun Oleh:
Drs.EDY MULYONO
NIP.19680107 199512 1 004









PEMERINTAH KABUPATEN REMBANG
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN REMBANG







BAB I
PENDAHULUAN


A.Latar Belakang Masalah
              Pembelajaran Penjasorkes di SMP menuntut guru untuk kreatif,inovatif, efektif dan menyenangkan dalam menyampaikan materi, untuk itu perlu adanya pendekatan, variasi maupun modifikasi dalam pembelajaran,karena sesuai dengan karakteristik usia mereka yang cenderung masih suka bermain. Disamping guru harus memahami dan memperhatikan karakteristik dankebutuhan siswa, pada masa usia tersebut seluruh aspek perkembangan anak  baik itu kognitif, psikomotorik dan afektif mengalami perubahan. Dari perubahan-perubahan tersebut, perubahan yang paling menonjol adalah pada pertumbuhan dan perkembangan fisik serta psikologis. Pembelajaran pendidikan jasmani di SMP saat ini menggunakanKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, dengan alokasi 2 jam tatap muka @40 menit. Waktu 2 X 40 menit pada kenyataan di lapangan tidaklah sesuaidengan yang direncanakan (80 menit), mengingat persiapan anak di awal pertemuan 5 – 10 menit dan pada akhir pertemuan 10 menit untuk persiapan pelajaran pada jam berikutnya, praktis waktu efektif yang terpakai 60 – 65menit, maka dengan waktu yang sedikit itu perlu perencanaan pembelajaran yang benar-benar baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu kompetensi dasar pembelajaran pendidikan jasmani kelas 9 di SMP adalah mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besarlanjutan dengan konsisten sertanilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan , dan bersedia berbagi tempat dan peralatan. Permainan bola besar meliputi Bola Basket, Sepak Bola, Bola Voli, Sepak Takraw, dll. Dalam permainan Bola Basket lanjutan yang di ajarkan dikelas 9 diantaranya terdapat teknik memasukkan bola dengan berlari yang dikenal dengan istilah “Lay Up Shoot”yang sebagian besar anak meskipun tidak semuanya, merasa kesulitan dalam melakukan gerakan teknik tersebut, ini terbukti dari hasil observasi yangdilakukan pada kelas 9E SMP Negeri 2 Pamotan.
              Melihat permasalahan yang ada, maka perlu segera dicarikan solusinya. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk menentukan langkah selanjutnya dalam mengoptimalkan metode pembelajaran yang ada agar tujuan yang telah direncanakan dari pembelajaran ini dapat tercapai denganhasil yang maksimal. Karena diantara anak kelas 9E ada yang bisa melakukan teknik tersebut, maka perlu dicoba untuk memanfaatkan siswa tersebut dengan menggunakan Metode Tutorial Teman Sebaya, hal ini mungkin dapat berhasildan waktu yang digunakan lebih efektif. Berdasarkan uraian di atas maka dipandang perlu untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan mengambil judul “UPAYA MENINGKATKAN GERAKAN LAY UP SHOOT BOLA BASKET DENGAN METODE TUTORIAL TEMAN SEBAYA PADA KELAS 9E DI SMP NEGERI 2 PAMOTAN”

B.Rumusan Masalah
          Apakah penggunaan metode tutorial teman sebaya dapat meningkatkankemampuan siswa kelas 9E dalam melakukan gerakan Lay Up Shoot pada permainan Bola Basket di SMP Negeri 2 Pamotan?

C.Tujuan Penlitian
              Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah:
Untuk meningkatkan kemampuan gerakan Lay Up Shoot pada permainan Bola Basket melalui penggunaan metode tutorial teman sebaya pada siswa kelas 9E SMP Negeri 2 Pamotan.

Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak yaitu:
1.Guru
        Untuk meningkatkan kualitas mengajar dan mencoba menerapkan    model pembelajaran sebagai inovasi baru dalam proses pembelajaran.
2. Siswa
            Dengan banyaknya Metode pembelajaran mereka mendapatkan     banyak variasi dalam pembelajaran. Selain itu siswa dapat belajar sambil bermain.
3. Sekolah.
         Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan bagi sekolah untuk mengembangkan metode pembelajaran.
4. Peneliti.
               Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam melakukan penelitian-penelitian sejenis.

E.Hipotesis Tindakan
Dalam melakukan Lay Up Shoot pada pembelajaran bola basket di kelas 9E masih belum diperoleh hasil yang maksimal, sebenarnya telah banyak upaya yang dilakukan oleh guru penjaskes untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Namun usaha itu belum menunjukan hasil yangoptimal. Rentang nilai siswa yang bisa dengan siswa yang tidak bisa terlalu mencolok. Untuk itu perlu diupayakan pula agar rentang nilai antar siswa tersebut tidak terlalu jauh yaitu dengan memanfaatkan siswa yang pandaiuntuk menularkan kemampuannya pada siswa lain yang kemampuannya lebih rendah. Tentu saja guru yang menjadi perancang model pembelajaran harusmengubah bentuk pembelajaran yang lain.
Dari beberapa metode pembelajaran yang mungkin tepat yaitu menggunakan metode tutorial temansebaya, dari beberapa pendapat ahli “metode belajar yang baik adalah denganmengajarkan kepada orang lain”.Maka dapatlah ditarik satu Hipotesa:
Jika pembelajaran dilakukandengan menerapkan metode tutorial teman sebaya, maka kemampuan Lay Up Shoot  siswa kelas 9 E di  SMP Negeri 2 Pamotan Meningkat”.

F.Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah :
1.Permasalahan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah kemampuan gerakan Lay Up Shoot siswa kelas 9E
2.Penelitian ini dikenakan pada siswa kelas 9E
3.Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negari 2 Pamotan.
4.Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2013/2014
5.Penelitian ini di batasi pada kompetensi dasar Mempraktikkan Variasi dankombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar lanjutan dengan konsisten serta nilai kerjasama, toleransi, percayadiri, keberanian, menghargai lawan , dan bersedia berbagi tempat dan peralatan.

G.Definisi Operasional
              Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perludidefinisikan hal-hal sebagai berikut :
1.Metode tutorial teman sebaya adalah adalah suatu cara mengajar dimana seorang siswa pandai membantu belajar siswa lainnya dalam tingkat kelas yang sama.
2.Kemampuan adalah kecakapan atau potensi menguasai suatu keahlian yangmerupakan bawaan sejak lahir atau merupakan hasil latihan atau praktek dan digunakan untuk mengerjakan sesuatu yang diwujudkan melalui tindakannya.






BAB II
KAJIAN PUSTAKA



A. Metode Tutorial Teman Sebaya
          Seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran sebenarnya telah menggunakan metode pembelajaran yang beragam guna meningkatkan prestasi belajar siswanya, akan tetapi usaha tersebut masih belum mencapaihasil yang maksimal, maka untuk meningkatkan prestasi siswa perlu adanyavariasi yang mungkin tidak bersumber dari guru. Dalam kegiatan proses belajar mengajar adakalanya anak cenderung lebih dapat meniru atau mengikuti petunjuk temannya dari pada dari gurunya, hal ini disebabkan karena anak merasa lebih merasa akrab dan tidak canggungatau rileks. Maka sangat penting bagi guru untuk memanfaatkan siswa yangsudah bisa guna menularkan kepada temannya.Pembelajaran yang terjadi seperti diatas adalah pembelajaran dengan metode  tutor teman sebaya.  
              Kuswaya Wihardit dalam Aria Djalil (1997:3.38) menuliskan bahwa “pengertian tutor sebaya adalah seorang siswa pandai yangmembantu belajar siswa lainnya dalam tingkat kelas yang sama” Dalam hal tertentu siswa lebih paham dengan meniru gerakan dan memahami bahasateman sebayanya daripada gerakan dan bahasa yang digunakan guru. Itulahsebabnya pembelajaran tutorial sebaya diterapkan dalam proses pembelajaran Penjasorkes.
          Hisyam Zaini dalam Amin Suyitno (2004:24) menyatakan bahwa“Metode belajar yang paling baik adalah dengan mengajarkan kepada oranglain”. Oleh karena itu, pemilihan model pembelajaran tutor sebaya sebagaistrategi pembelajaran akan sangat membantu siswa di dalam mengajarkan materi kepada teman-temannya.
              Menurut Miller (1989) dalam Aria Djalil ( 1997:3.34) berpendapat bahwa “Setiap saat murid memerlukan bantuan dari murid lainnya, dan muriddapat belajar dari murid lainnya”.
            Jan Collingwood (1991:19) dalam AriaDjalil (1997:3.34) juga berpendapat bahwa “Anak memperoleh pengetahuandan keterampilan karena dia bergaul dengan teman lainnya”.
               Menurut Hisyam Zaini (2001:1) (dalam Amin Suyitno, 2004:34) maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1.Pilih materi yang memungkinkan materi tersebut dapat dipelajari siswasecara mandiri. Materi pengajaran dibagi dalam sub-sub materi (segmenmateri).
2.Bagilah para siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, Siswa-siswa pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagaitutor sebaya
3.Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari materi. Setiapkelompok dibantu oleh siswa yang pandai sebagai tutor teman sebaya.
4.Beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan
5.Setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan materi sesuai dengantugas yang telah diberikan. Guru bertindak sebagai nara sumber utama.
6. Setelah semua kelompok menyampaikan tugasnya secara barurutan sesuaidengan materi, beri kesimpulan dan klarifikasi seandainya ada pemahamansiswa yang perlu diluruskan. Dari uraian tersebut di atas selanjutnya dapat dikembangkan dalam bentuk kegiatan yang lain untuk dijadikan bahan pembelajaran dalamkelompok kelompok kecil. Dengan demikian oleh model pembelajaran inidalam diri siswa akan tertanam kebiasaan saling membantu antar temansebaya.

B.Pengertian Kemampuan
Menurut Robbins (2000, p.46) “Kemampuan ias merupakankesanggupan bawaan sejak lahir, atau merupakan hasil latihan atau praktek.Sedangkan menurut pendapat Chaplin (1997, p.34) “ability (kemampuan,kecakapan, ketangkasan, bakat, kesanggupan) merupakan tenaga (dayakekuatan) untuk melakukan suatu perbuatan”.Dari pengertian tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan (ability) adalah kesanggupan bawaan sejak lahir atau hasillatihan atau praktek dan digunakan untuk mengerjakan sesuatu yang diwujudkan melalui tindakan, kecakapan, atau potensi menguasai suatu keahlian untuk melakukan suatu perbuatan. Lebih lanjut Robbins (2001, p.46 – 48 ) menyatakan bahwakemampuan terdiri dari dua faktor, yaitu :
1.Kemampuan intelektual (intelektual ability)
     Merupakan kemampuan melakukan aktivitas secara mental.
2.Kemampuan fisik ( physical ability)
     Merupakan kemamuan melakukan aktivitas berdasarkan stamina kekuatandan  karakteristik fisik.

C.Gerakan Lay Up Shoot
           Dalam permainan bola basket pada tehnik dasar lanjutan dikenal istilah LayUp Shoot yaitu suatu jenis gerakan shooting atau memasukkan bola ke Ring basket dari jarak dekat, menggunakan ritme hitungan satu-dua, dengan cara berlari menggunakan 2 langkah lebar. Lay Up Shoot ini dapat di lakukan dari samping kanan basket atau dari samping kiri, dan juga bisa dilakukan dari depan.
              Adapun urutan gerakannya sebagai berikut :
1.Ketika lay-up dengan tangan kanan, awali dari sisi kanan lapangan
2.Pegang bola dengan kedua tangan
3.Pandangan mata tertuju pada sasaran (kotak kecil di atas ring basket)
4.Saat berjarak 2 langkahdari ring basket,taruh berat badan pada kaki kanan
5.Angkat bola ke arah ring basket
6.Ambil langkah panjang dengan kaki kiri, Angkat lutut kanan
7.Angkat bola ke atas kepala untuk melakukan shoot
8.Lompat setinggi mungkin
9.Lakukan shoot saat berada di puncak lompatan
10.Pantulkan bola dengan lembut di papan
11.Jika lay-up dilakukan dari kiri, lakukan langkah-langkah di atas tetapi menggunakan kaki yang berlawanan (Dari Permainan SampaiPertandingan : Gerhard Stocker dk,)




























BAB III
METODE PENELITIAN


A.Perencanaan
           Metode penelitian yang digunakan menggunakan penelitian tindakankelas (Classroom Action Research), bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah melalui penerapan langsung di kelas atau tempat kerja. Penelitian ini direncanakan 2 siklus sudah berhasil.
              Penelitian ini juga di bantu oleh 2 orang observer yang bertugas sebagai pengamat pembelajaran.Penelitian tindakan kelas ini dilakukan karena proses pembelajaran Lay Up Shoot pada siswa kelas 9E belum dicapai hasil yang optimal, hal ini dikarenakan metode yang digunakan sebelumnya kurang tepat. ini dibuktikandari hasil nilai yang didapat masih jauh dari apa yang diharapkan. Maka perlu dibuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar, persiapan sarana dan prasarana penelitianserta menentukan indikator kinerja.
              Untuk menyempurnakan rencana pembelajaran yang lebih baik daripada pra siklus. Perlu perubahan metode yang lebih tepat sehinggadicapai hasil yang maksimal, maka pada penelitian ini menggunakan Metode tutorial teman sebaya.

B.Prosedur pelaksanaan tindakan & pengamatan
1.Siklus I, meliputi :
Pendahuluan, kegiatan pokok dan penutup.

Pendahuluan :
           Dalam pendahuluan ini dilakukan pemanasan selama 10 menit dalam bentuk permainan-permainan yang mengacu pada kerjasama, misalkanlari bersambung dengan cara memegang bahu temannya. Setelah pemanasan selesai kemudian siswa di bariskan dan dibuat kelompok-kelompok kecil yaitu 5 – 6 anak tiap kelompok, pada tiap kelompok ada1 anak yang sudah bisa atau pandai melakukan gerakan Lay Up Shootyang bertugas sebagai Tutor Teman Sebaya.

Kegiatan pokok :
Pada kegiatan pokok guru menjelaskan materi Lay Up Shoot yang akandipraktikkan pada masing-masing kelompok kecil dan memberi tugasdengan dibantu siswa yang pandai bertugas untuk menjadi tutor teman sebaya. Selanjutnya pada masing-masing kelompok diberikan waktuselama 25 menit untuk mempraktikkan materi yang telah disampaikan.Pada 25 menit pertama selesai selanjutnya diadakan evaluasi dari masing-masing kelompok untuk melihat kemajuan dari tugas yang telahdiberikan. Pada kesempatan ini guru memberikan motivasi dan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan. Kegiatan ini dilakukanselama 10 menit dan dilanjutkan kembali 25 menit yang kedua untuk mengulang materi dengan melaksanakan perbaikan-perbaikan yangtelah disampaikan dengan dibantu tutor teman sebaya.

Penutup :
Setelah 25 menit kedua selesai anak-anak diistahatkan. Sambilrmelakukan penenangan guru melakukan evaluasi sekaligus memberimotivasi pada anak yang belum bisa melakukan gerakan Lay Up Shoot.Kegiatan penutup ini dilakukan selama 10 menit.

2. Siklus II.
           Siklus II sama dengan siklus I hanya pada siklus II lebih ditekankan pada fungsi sebenarnya, siswa yang menjadi tutor teman sebaya diberimateri tersendiri yaitu dengan memberikan pemantapan materi danarahan-arahan bagaimana cara atau tehnik penyampaian materi padatemannya dan diberikan tanggung jawab penuh selama kegiatan pokok  berlangsung,
           Dengan ini Tutor Sebaya akan merasa bangga atas perannya dan juga belajar dari pengalamannya. Hal ini membantu memperkuat apa yang telah dipelajari dan diperolehnya atas tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Ketika mereka belajar dengan“Tutor Sebaya”, peserta didik juga mengembangkan kemampuan yang lebih baik untuk mendengarkan, berkonsentrasi, dan memahami apayang dipelajari dengan cara yang bermakna.

C.Refleksi
           Perlu adanya pembahasan melalui diskusi teman sejawat dan masukandari para ahli dibidang penelitian. Yaitu membahas antara siklus – siklustersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian.

D.Latar dan Subjek Penelitian
1.Obyek penelitian
           Obyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas 9E SMP Negeri 2 Pamotan jumlah siswa 32 anak. Pertimbangan penulis mengambil subyek penilitian tersebutdimana siswa kelas 9E SMP Negeri 2 Pamotan masih belum optimal dalammelakukan gerakan Lay Up Shoot.

2.Tempat Penelitian.
Dalam penilitian ini penulis mengambil lokasi di SMP Negeri 2 Pamotan penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada sekolah tersebut, sehinggamemudahkan dalam mencari data, peluang waktu yang luas dan subyek  penlitian yang sangat sesuai dengan profesi penulis.

3. Waktu Penelitian
Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukanmenggunakan waktu penelitian selama 3 bulan Agustus s.d Oktober.Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester I Tahun pelajaran 2013/2014.

4. Lama Tindakan
              Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Oktober, mulai dari siklusI, dilanjutkan dengan Siklus II.

E.Instrumen Pengumpulan Data
        Instrumen pengumpulan data : catatan observasi guru, catatanobservasi siswa, daftar pertanyaan untuk interview, daftar nilai praktik melakukan gerakan Lay Up Shoot.
Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah :

1.Observasi
       Peneliti menggunakan metode observasi sistematik yaituobservasi yang mempunyai kerangka dimana kerangka tersebut berisiaspek-aspek dari perilaku yang hendak di ukur. Adapun kontrol validitasdan reliabilitas dari observasi sistmatik adalah penggunaan observer lebih dari satu orang (Hadi 2001,h.136-154). Observasi pada penelitianini dilaksanakan pada bulan september s/d oktober, dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan siswa kelas 9E melakukan gerakan Lay UpShoot dengan menggunakan metode tutorial teman sebaya.

2.Wawancara
           Peneliti menggunakan metode wawancara karena peniliti inginmenggali lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa kelas 9E melakukan gerakan Lay Up Shoot dengan menggunakan metode tutorial teman sebaya. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara bebas terpimpin, yaitu wawancara yang dilaksanakan secara bebas, tetapi tetap pada topik yang telah ditentukan sebelumya. Adapun untuk mengontrol validitas dan reliabilitas dari wawancara ini, peneliti menggunakan lebih dari satu pewawancara, (Hadi 2001, h.205-206). Wawancara pada penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober 2013 terhadap 32 siswa kelas 9E.
          Metode wawancara ini menggunakan guide interviu yaitu pertanyaan- pertanyaan dengan tujuan menggali informasi tentang latar belakang tinggi atau rendahnya kemampuan siswa dalam menggunakan metodetutorial teman sebaya. Pertanyaan-pertanyaan yang dipakai dalam wawancara ini, menggunakan dasar dari aspek-aspek minat belajar yaitu kesenangan, kemauan, kesadaran, dan perhatian.


3.Dokumentasi
       Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metodedokumentasi diperlukan sebagai sumber data otentik. Adapun data-data yang digunakan penulis adalah nilai praktik melakukan gerakan Lay Up Shoot pada siswa kelas 9 siswa SMP Negeri 2 Pamotan tahun 2011-2012

F.Teknik analisis data
                 Tehnik analisa data dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. Dalam analisa data masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian di bahas dengan observer yang membantu pelaksanaan penelitian.Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi, apa yangkemudian terjadi, mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan, apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan, dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut.

G.Penyiapan partisipan
Agar dalam pelaksanaan pembelajaran dalam penelitian dapat berjalandengan baik maka perlu adanya penyiapan partisipan, yaitu : di tunjuk 2 orang guru sebagai observer yaitu bertugas sebagai pengamat pada jalannya proses pembelajaran, dan 2 orang guru untuk melakukan interview yaitu
bertugas mewawancarai siswa.

H.Jadwal Penelitian
       
No
Jenis Kegiatan
Minggu ke…
I
II
III
IV
1
Perencanaan




2
Proses Pembelajaran




3
Evaluasi




4
Pengumpulan Data




5
Analisin Data




6
Penyusunan Hasil




7
Pelaporan Hasil




                             
                 
I.Rancangan Anggaran
Biaya dari penelitian ini menjadi tanggung jawab peneliti, adapun biayatersebut kurang lebihnya sampai dengan selesainya pembuatan laporanadalah :
1.      Fotocopy proposal dan laporan : Rp. 20.000,00
2.      Kertas HVS A4 80 grm 1 rim :   Rp .30.000,00
3.       Jilid proposal dan laporan :        Rp. 10.000,00
4.      lain – lain :                                   Rp. 20.000,00
                                                   JUMLAH :  Rp. 80.000,00





DAFTAR PUSTAKA



Chaplin, JP. (1997).Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT RajaGrafindoPersada

Gerhard Stocker dk, 2011.Bola Basket : Dari Permainan Sampai Pertandingan,
Gramedia Jakarta, PT

Hadi, Sutrisno 2001 Metodologi Research Jilid 2, Yogyakarta, Penerbit ANDI .

Hisyam Zaini dalam Suyitno Amin. 2004.Dasar-Dasar Proses PembelajaranMatematika. Bahan Ajar S1 Program Studi Pendidikan Matematika.Semarang : UNNES.

Jan Collingwood dalam Aria Djalil dkk, 1997
metode  penelitian, buku 2.Jakarta.

Kuswaya Wihardit dalam Aria Djalil dkk, 1997
metode  penelitian, buku 2. Jakarta.

Miller (1989) dalam Aria Djalil dkk, 1997 Metode  penelitian, buku 2. Jakarta.

Robbins, Stephen P. (2001). Perilaku Organisasi: Kontroversi. Aplikasi. Edisi Bahasa Indonesia. Jilid I. Jakarta: Prenhallindo