Selasa, 07 Februari 2023

RPP Kelas 8 Semester 1 PJOK

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

Sekolah                  : SMP Negeri 2 Pamotan

Mata Pelajaran     : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Kelas/Semester    : VIII / 1

Materi Pokok       : Aktivitas Kebugaran Jasmani

Alokasi Waktu     : 3 Kali Pertemuan/3 Minggu ( 9 JP )

 

Tujuan Pembelajaran

KD 3

KD 4

3.5. Memahami konsep latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan (kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi) serta pengukuran hasilnya.

4.5. Mempraktikkan latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan (kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi) serta pengukuran hasilnya.

IPK 3

IPK 4

·        Mengidentifikasikan, menguraikan,  dan cara menerapkan aktivitas latihan kebugaran jasmani  yang terkait dengan keterampilan dengan benar.

·        Mendemontrasikan, melakukan, dan menerapkan aktivitas latihan kebugaran jasmani  yang terkait dengan keterampilan dengan benar.

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Materi Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

·        Model:

Pembelajaran jarak jauh (During dan Luring).

·        Metode:

Berbasis masalah (Problem-Based Learning)

·        Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran:

o   Ruang/lapangan

o   Palang tunggal

o   Matras/ sejenisnya

o   Stopwach

o   Gambar

o   Vidio pembelajaran

o   Handpone

·        Sumber Belajar:

o   Muhajir. 2017. PJOK (Buku siswa). Jakarta: PT. Yudhistira (hal. 67-80).

o   Muhajir. 2017. PJOK (Buku guru). Jakarta: PT. Yudhistira (hal. 219-232).

·        Produk:

Aktivitas latihan kebugaran jasmani.

·        Deskripsi:

Peserta didik secara berkelompok memahami dan melakukan aktivitas latihan kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan.

1.      Kegiatan Pendahuluan

a.     Guru menyiapkan materi pembelajaran, dan membentuk kelompok (2 s.d 5 peserta didik yang disesuaikan dengan tempat tinggal terdekat).

b.     Kemudian guru mengirimkan materi pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), tujuan yang harus dicapai, dan penilaian pembelajaran melalui google classroom.

c.      Peserta didik menggunakan pakaian olahraga, berbaris, berdoa, dan memastikan bahwa dalam keadaan sehat.

d.     Peserta didik melakukan pemanasan secara berurutan (dari peregangan statis, dinamis atau dalam bentuk game/bermain gerobak dorong).

2.      Kegiatan Inti

a.     Peserta didik dibagi menjadi empat kelompok besar  (disesuaikan dengan tempat tinggal terdekat).

b.     Peserta didik melakukan hasil pengamatan latihan dan pengukuran kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan (kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi), yang tidak mampu dilakukan pada saat gerakan.

c.      Peserta didik melakukan hasil pengamatan latihan dan pengukuran kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan, secara individu maupun kelompok.

d.     Peserta didik secara individu dan atau kelompok melakukan hasil pengamatan latihan dan pengukuran kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan, sesuai dengan koreksi yang diberikan oleh teman sekelompok.

e.      Peserta didik secara individu, berpasangan, dan atau kelompok melakukan hasil pengamatan latihan dan pengukuran kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan, yang menekankan pada nilai-nilai: disiplin, sportivitas, kerja sama, percaya diri, dan kerja keras.

f.      Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran. Laporan hasil pembelajaran dilaporkan kepada guru yang berkenaan dengan: Kesulitan, hambatan, dan capaian hasil belajar yang diperoleh.

3.      Kegiatan Penutup

a.    Peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum. Kemudian peserta didik membuat catatan dan simpulan hasil pembelajaran.

b.    Peserta didik melakukan pendinginan/colling down, dan berdoa.

c.    Peserta didik mencuci tangan, berganti pakaian, dan beristirahat.

 

Asesmen:

a.     Sikap             : Jurnal/observasi

b.     Pengetahuan : Tes tertulis dan penugasan.

c.      Keterampilan   : Tes praktik dan portopolio.

 

Tagihan 1/MG 1 (latihan kecepatan dan kelincahan).

Pengetahuan

Keterampilan

Gerakan

Kesalahan

Perbaikan

Awal

pelaksana

Akhir

Frekuensi

 

 

 

 

 

 

 

Tagihan 2/MG 2 (latihan keseimbangan dan koordinasi).

1.  Buatlah kesimpulan hasil dari pembelajaran aktivitas kebugaran jasmani.

2.  Buatlah kliping atau makalah tentang aktivitas kebugaran jasmani.

Awal

pelaksana

Akhir

Frekuensi

 

 

 

 

Tagihan 3/MG 3 (pengukuran aktivitas kebugaran jasmani/ keterampilan).

1.   Kerjakan soal pilihan ganda (1 – 10) pada buku teks Yudhistira hal 79.

2.  Kerjakan soal esai (1 – 5) pada buku teks Yudhistira hal 80.

Awal

pelaksana

Akhir

Frekuensi

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengetahui                                                                                                             Pamotan,

                Kepala Sekolah                                                                                                       Guru mapel

 

 

 

                PARMAN, S.Pd                                                                                                     Drs. EDY MULYONO

                        NIP 19680524 199903 1 002                                                                                                                                       NIP 19680107 199512 1 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

Sekolah                  : SMP Negeri 2 Pamotan

Mata Pelajaran     : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Kelas/Semester    : VIII / 1

Materi Pokok       : Aktivitas Keterampilan Gerak Berirama

Alokasi Waktu     : 3 Kali Pertemuan/3 Minggu ( 9 JP )

 

Tujuan Pembelajaran

KD 3

KD 4

3.7. Memahami variasi dan kombinasi gerak berbentuk rangkaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/ dengan musik sebagai pembentuk gerak pemanasan dan inti latihan dalam aktivitas gerak berirama.

4.7. Mempraktikkan prosedur variasi dan kombinasi gerak berbentuk rangkaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan musik sebagai pembentuk gerak pemanasan dan inti latihan dalam aktivitas gerak berirama.

IPK 3

IPK 4

·        Mengidentifikasikan, menguraikan,  dan cara menerapkan variasi dan kombinasi gerak spesifik aktivitas gerak berirama  dengan benar.

·        Mendemontrasikan, melakukan, dan menerapkan variasi dan kombinasi gerak spesifik aktivitas gerak berirama dengan benar.

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Materi Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

·       Model:

Pembelajaran jarak jauh (During dan Luring).

·       Metode:

Berbasis proyek (Project-Based Learning)

·       Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran:

o   Ruangan/ lapangan.

o   Tipe recorder

o   Kaset senam ritmik

o   Stopwach

o   Gambar

o   Vidio pembelajaran

o   Handpone

·       Sumber Belajar:

o   Muhajir. 2017. PJOK (Buku siswa). Jakarta: PT. Yudhistira (hal. 91-98).

o   Muhajir. 2017. PJOK (Buku guru). Jakarta: PT. Yudhistira (hal. 247-260).

·       Produk:

Variasi dan kombinasi rangkaian gerak aktivitas gerak berirama.

·       Deskripsi:

Peserta didik secara berkelompok memahami dan melakukan aktivitas variasi dan kombinasi rangkaian gerak aktivitas gerak berirama.

1.      Kegiatan Pendahuluan

a.     Guru menyiapkan materi pembelajaran, dan membentuk kelompok (2 s.d 5 peserta didik yang disesuaikan dengan tempat tinggal terdekat).

b.     Kemudian guru mengirimkan materi pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), tujuan yang harus dicapai, dan penilaian pembelajaran melalui google classroom.

c.      Peserta didik menggunakan pakaian olahraga, berbaris, berdoa, dan memastikan bahwa dalam keadaan sehat.

d.     Peserta didik melakukan pemanasan secara berurutan (dari peregangan statis, dinamis atau dalam bentuk game/bermain bergerak bereaksi).

2.      Kegiatan Inti

a.     Peserta didik menyimak informasi materi dalam bentuk lembar kerja peserta didik (LKPD) tentang variasi dan kombinasi langkah dasar, gerak dan ayunan lengan dan tangan, pelurusan sendi tubuh, dan irama gerak aktivitas gerak berirama.

b.     Peserta didik membagi diri ke dalam kelompok sesuai dengan petunjuk guru yang disesuaikan dengan tempat tinggal terdekat).

c.      Peserta didik melakukan variasi dan kombinasi aktivitas gerak berirama sesuai dengan gerakan yang dikuasai dan kreativitas kelompok dalam bentuk tulisan dan gambar.

d.     Setiap anggota kelompok mencoba secara bersama-sama melakukan variasi dan kombinasi langkah aktivitas gerak berirama tersebut dan saling memberikan umpan balik.

e.      Peserta didik secara individu dan atau kelompok melakukan hasil pengamatan variasi dan kombinasi aktivitas gerak berirama, yang menekankan pada nilai-nilai: disiplin, kejujuran, kerja sama, percaya diri, dan kerja keras.

f.      Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran. Laporan hasil pembelajaran dilaporkan kepada guru yang berkenaan dengan: Kesulitan, hambatan, dan capaian hasil belajar yang diperoleh.

3.      Kegiatan Penutup

a.    Peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum. Kemudian peserta didik membuat catatan dan simpulan hasil pembelajaran.

b.    Peserta didik melakukan pendinginan/colling down, dan berdoa.

c.    Peserta didik mencuci tangan, berganti pakaian, dan beristirahat.

 

Asesmen:

a.     Sikap             : Jurnal/observasi.

b.     Pengetahuan : Tes tertulis dan penugasan.

c.      Keterampilan   : Tes praktik dan portopolio.

 

Tagihan 1/MG 1 (langkah dasar gerak berirama).

Pengetahuan

Keterampilan

Gerakan

Kesalahan

Perbaikan

Awal

pelaksana

Akhir

 

 

 

 

 

 

Tagihan 2/MG 2 (gerakan ayunan lengan gerak berirama).

1.   Buatlah kesimpulan hasil dari pembelajaran rangkaian gerak pemanasan, inti latihan, dan pendinginan.

2.   Buatlah kliping atau makalah tentang aktivitas geraj berirama.

Awal

pelaksana

Akhir

Tagihan 3/MG 3 (rangkaian langkah kaki dan ayunan lengan gerak berirama).

1.   Kerjakan soal pilihan ganda (1 – 10) pada buku teks Yudhistira hal 97.

2.   Kerjakan soal esai (1 – 5) pada buku teks Yudhistira hal 98.

Awal

pelaksana

Akhir

 

 

 

 

 

 

Mengetahui                                                                                                             Pamotan,

                Kepala Sekolah                                                                                                       Guru mapel

 

               

                  PARMAN, S.Pd                                                                                                   Drs. EDY MULYONO

                        NIP 19680524 199903 1 002                                                                                                                                       NIP 19680107 199512 1 004

 


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

 

Sekolah                  : SMP Negeri 2 Pamotan

Mata Pelajaran     : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Kelas/Semester    : VIII / 1

Materi Pokok       : Bahaya Pergaulan Bebas

Alokasi Waktu     : 2 Kali Pertemuan/2 Minggu ( 6 JP )

 

Tujuan Pembelajaran

KD 3

KD 4

3.9.  Memahami perlunya pencegahan terhadap “bahaya pergaulan bebas”.

4.9. Memaparkan perlunya pencegahan terhadap “bahaya pergaulan bebas”.

IPK 3

IPK 4

·        Mengidentifikasikan, menguraikan, dan cara  menerapkan pencegahan terhadap “bahaya pergaulan bebas  dengan benar.

·        Mengkaji, mengemas, dan mempresentasikan pencegahan terhadap “bahaya pergaulan bebas dengan benar.

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Materi Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

·       Model:

Pembelajaran jarak jauh (During dan Luring).

·       Metode:

Windows shoping

·       Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran:

o   Ruangan/ halaman

o   Laktop

o   Gambar

o   Vidio pembelajaran

o   Handpone

·       Sumber Belajar:

o   Muhajir. 2017. PJOK (Buku siswa). Jakarta: PT. Yudhistira (hal. 107-118).

o   Muhajir. 2017. PJOK (Buku guru). Jakarta: PT. Yudhistira (hal. 273-287).

·       Produk:

Pemahaman dan penerapan pencegahan terhadap “bahaya pergaulan bebas.

·       Deskripsi:

Peserta didik secara berkelompok memahami dan menerapkan pencegahan terhadap “bahaya pergaulan bebas.

1.      Kegiatan Pendahuluan

a.    Guru menyiapkan materi pembelajaran, dan membentuk kelompok (2 s.d 5 peserta didik yang disesuaikan dengan tempat tinggal terdekat).

b.     Kemudian guru mengirimkan materi pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), tujuan yang harus dicapai, dan penilaian pembelajaran melalui google classroom.

2.      Kegiatan Inti

a.     Peserta didik membagi diri menjadi empat/sesuai dengan pokok bahasan, antara lain: hakikat bahaya pergaulan bebas, dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri dan lingkungan, dan langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas.

b.     Setiap peserta didik berdiskusi dan menuliskan hasil diskusi pada kertas plano untuk ditempel di dinding dan dibaca oleh kelompok lain.

c.      Setiap peserta didik membaca dan mencatat hasil diskusi peserta didik lain yang ditempel, kemudian membuat pertanyaan sesuai dengan pokok bahasan tersebut (paling sedikit satu pertanyaan setiap peserta didik/empat pertanyaan).

d.     Setiap peserta didik mengajukan pertanyaan dan dijawab oleh peserta didik lain yang membahas pokok bahasan sesuai pertanyaan tersebut, yaitu: hakikat bahaya pergaulan bebas, dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri dan lingkungan, dan langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya pergaulan bebas.

e.      Setiap peserta didik menyusun simpulan akhir dan membacakannya di depan peserta didik yang lain di akhir pembelajaran secara bergiliran, yang menekankan nilai-nilai: disiplin, kejujuran, kerja sama, percaya diri, dan ingin tahu.

f.      Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran. Laporan hasil pembelajaran dilaporkan kepada guru yang berkenaan dengan: Kesulitan, hambatan, dan capaian hasil belajar yang diperoleh.

3.      Kegiatan Penutup

a.    Peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum. Kemudian peserta didik membuat catatan dan simpulan hasil pembelajaran.

b.    Peserta didik berdoa.

c.    Peserta didik mencuci tangan, memakai masker, dan beristirahat.

 

Asesmen:

a.     Sikap             : Jurnal/observasi.

b.     Pengetahuan : Tes tertulis dan penugasan.

c.      Keterampilan   : Tes praktik dan portopolio.

 

Tagihan 1/MG 1 (membuat materi tentang pencegahan terhadap “bahaya pergaulan bebas).

Pengetahuan

Keterampilan

1.  Buatlah kesimpulan hasil dari pembelajaran materi pencegahan terhadap “bahaya pergaulan bebas.

2.  Buatlah kliping atau makalah tentang pencegahan terhadap “bahaya pergaulan bebas.

Menyiapkan materi

Kegiatan presentasi

Simpulan

 

 

 

Tagihan 2/MG 2 (mempresentasikan materi tentang pencegahan terhadap “bahaya pergaulan bebas).

1.  Kerjakan soal pilihan ganda (1 – 10) pada buku teks Yudhistira hal 117-118.

2.  Kerjakan soal esai (1 – 10) pada buku teks Yudhistira hal 118.

Menyiapkan materi

Kegiatan presentasi

Simpulan

 

 

 

 

 

 

Mengetahui                                                                                                             Pamotan,

                Kepala Sekolah                                                                                                       Guru mapel

 

               

                  PARMAN, S.Pd                                                                                                   Drs. EDY MULYONO

                        NIP 19680524 199903 1 002                                                                                                                                       NIP 19680107 199512 1 004

 

 

 

 

Sabtu, 08 Januari 2022

Bakti sosial kebersihan lingkungan pasar dan balai desa Kepohagung

 Tim Kader Adiwiyata EROPA melaksanakan bakti sosial dengan sasaran Pasar Jetak dan Balai Desa Kepohagung, Pamotan. 

Bakti sosial bertujuan sebagai bentuk cinta lingkungan dan kepedulian SMP N 2 Pamotan terhadap lingkungan sekitar. 

Kegiatan tersebut berbentuk kebersihan dan penanaman pohon penghijauan. 

Ulfah Khasanah sebagai pendamping Kader Adiwiyata mengatakan, "kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan para siswa adalah sudah menjadi kegiatan rutin. Selain bertujuan untuk peduli dan mencintai lingkungan, diharapkan agar karakter siswa terbentuk ke arah yang positif".

Bakti sosial juga dihadiri oleh Kepala Desa setempat sebagai ungkapan terima kasih kepada para Kader Adiwiyata EROPA. 

Ditemui secara terpisah Kepala Desa memberikan respon yang positif atas kegiatan tersebut. 

Kepala Desa berharap agar kegiatan tersebut bisa ditiru oleh sekolah-sekolah yang lain supaya hubungan timbal balik antara sekolah dan masyarakat  menjadi lebih harmonis. 

Kegiatan bakti sosial diakhiri dengan penyerahan dan penanaman pohon penghijauan di lingkungan Balai Desa Kepohagung. 

(eropa) 

Kamis, 21 Mei 2020

TEKNIK MASSAGE YANG BENAR


Massage adalah seni gerak tangan yang bertujuan untuk mendapatkan kesenangan dan memelihara kesehatan jasmani. Gerak tangan secara mekanis ini akan menimbulkan rasa tenang dan nyaman bagi penerimanya.
Massage memiliki peran yang luar biasa dalam kehidupan, massage bisa mempengaruhi proses-proses fisiologi dalam tubuh. Sekarang semakin dimengerti oleh banyak orang bahwa massage sangat dibutuhkan untuk tetap terbinanya kebugaran jasmani walaupun hanya menggunakan manipulasi yang sangat sederhana sebagai reaksi alamiah tubuh. 
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli, massage adalah tindakan instingtif yang dilakukan dengan dengan manipulasi tertentu, seperti mengurut, menggosok, memukul, dan menekan pada bagian tubuh tertentu yang dapat menghasilkan efek fisiologis, profilaktis, dan terpeutis bagi tubuh.
Massage merupakan suatu pengetahuan yang mempunyai hubungan erat dengan tubuh manusia. Karenanya bila seseorang mempelajari massage harus terlebih dahulu mengetahui ilmu-ilmu tentang tubuh manusia seperti, anatomi, fisiologi, kinesiologi dan kesehatan. Massage dapat dipelajari oleh semua orang dari berbagai lapisan masyarakat, baik secara alamiah maupun ilmiah, dari cara tradisional sampai modern, menggunkan alat yang dirancang dengan gerakan otomatis.
Dalam olahraga umum dan kebugaran jasmani, pengetahuan massage merupakan penunjang yang sangat penting dihadapkan dengan akibat gerakan otot seseorang setalah berolahraga maupun aktivitas pekerjaan fisik. Setelah latihan jasmani yang berat akan timbul kelelahan otot, di mana diperlukan suatu proses pemulihan yang cepat di sini perlu pemberian massage. Dengan massage secara sederhana dan benar dapat membantu memperlancar sistem peredaran darah dan mengurangi kekakuan otot pada tubuh, sehingga akan segar kembali, kondisi tubuh tetap terpelihara dengan baik.
     
      TUJUAN MASSAGE
Pada dasarnya massage bertujuan memperbaiki sirkulasi, membantu absorpsi (penyerapan), sekresi ( pengeluaran, serta memperlancar distribusi energi dan nutrisi ke dalam jaringan, memperbaiki tonus otot dan fungsi syaraf.
Hasil Massage adalah:
• Menjaga tubuh secara umum dalam kondisi yang lebih baik.
• Mencegah cedera dan hilangnya mobilitas.
• Merawat dan memulihkan mobilitas pada cedera jaringan otot.
• Meningkatkan kinerja.
• Memperluas keseluruhan kehidupan karir olahraga Anda

      MACAM-MACAM MASSAGE
1. Sport Massage
Massage yang khusus digunakan atau diberikan kepada orang-orang yang sehat badannya, terutama olahragawan.
Diberikan hanya kepada orang yang sehat
Macam dan cara memijatnya lebih diutamakan kepada pengaruhnya terhadap kelancaran peredaran darah, Merangsang persyarafan, membersihkan dan menghaluskan kulit, Mengurangi atau menghilangkan ketegangan syaraf dan mengurangi rasa sakit, hingga dapat menidurkan pasien.
Contoh: Sport MASASE BUGAR & BERPRESTASI
2. Segment Massage
Massage yg ditujukan utk membantu penyembuhan thdp gangguan/kelainan-kelainan fisik, terutama disebabkan oleh cuaca, kerja yang kelewat batas, perkosaan atau paksaan (trauma) pada badan serta kelainan pisik yang disebabkan oleh penyakit tertentu.
Contoh: kekakuan persendian sesudah terjadinya radang sendi (arthritis), kelayuan atau kelumpuhan otot karena berkurangnya fungsi syaraf, distorsi atau keseleo pada sendi, rasa nyeri pada tengkuk, sakit boyok pegel” dan sebagainya.
Macam Sg.Massage shiatsu, Tsubo, Xigong,Refleksi, Frirage, dll.
3. Cosmetic Massage
massage yang khusus ditujukan untuk memelihara serta meningkatkan kecantikan dan keindahan, baik kecantikan muka maupun keindahan tubuh beserta bagian-bagiannya.
4. Macam Massage yang lain
   Massage untuk merangsang jantung, erotic massage, sensuele-massage, serta bentuk-bentuk massage yang lain.

      TEKNIK MASSASE
Yang termasuk teknik massage adalah :
1. Manipulasi massage
2. Pelaksanaan massage
3. posisi pasien
4. Penggunaan alat-alat massage

Macam-macam gerakan massage dan manfaatnya

Mengusap (Efflurage/strocking)
Adalah gerakan mengusap dengan menggunakan telapak tangan atau bantalan jari tangan. Gerakan ini dilakukan sesuai dengan peredaran darah menuju jantung maupun kelenjar-kelenjar getah bening. Manfaat gerakan ini adalah merelaksasi otot dan ujung-ujung syaraf.

Meremas (Petrisage)
Adalah gerakan memijit atau meremas dengan menggunakan telapak tangan atau jari-jari tangan. Teknik ini digunakan pada area tubuh yang berlemak dan jaringan otot yang tebal.

Friction
Adalah gerakan melingkar kecil-kecil dengan penekanan yang lebih dalam menggunakan jari atau ibu jari. Gerakan ini hanya digunakan pada area tubuh tertentu yang bertujuan untuk penyembuhan ketegangan otot akibat asam laktat yang berlebih.

Menggetar (vibration)
Adalah gerakan menggetar yang ditimbulkan oleh pangkal lengan dengan menggunakan telapak tangan ataupun jari-jari tangan.

Memukul (tapotement/ tapotage)
Adalah gerakan menepuk atau memukul dan bersifat merangsang jaringan otot, dilakukan dengan kedua tangan bergantian. Untuk memperoleh hentakan tangan yang ringan, tidak sakit pada klien tapi merangsang sesuai dengan tujuannya, maka diperlukan fleksibilitas pergelangan tangan. Tapotement tidak boleh dikenakan pada area yang bertulang menonjol ataupun pada otot yang tegang serta area yang terasa sakit atau nyeri.
Variasi gerakan tapotement, yaitu :
  • Memukul (beating)
  • Mencincang (hacking)
  • Menepuk (clapping)
Hal- hal yang harus diperhatikan dalam massage
Untuk mencapai hasil massage yang semaksimal mungkin sesuai tujuaan dan manfaatnya, serta untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap keselamatan klien maka perlu memperhatikan hal-hal berikut :
  1.  Cek kontra indikasi seperti Tumor (bengkak), colour (hematoma/ memar), dolor (suhu panas tubuh), fraktur ,varises, awal kehamilan, penyakit kulit, jantung , diabetes, epilepsy (memerlukan nasehat dokter)
  2. Persyaratan therapist ; tidak boleh memelihara kuku jari panjang, tidak mengenakan perhiasan, kondisi sehat dan melaksanakan sanitasi, menjaga konsentrasi dan fleksibilitas tangan harus dikuasai selain pengetahuan-pengetahuan dasar yang berkaitan dengan massage. Sikap ramah dan penuh perhatian sebagai pelayan pada klien.

Gerak ( movement ) dan Irama (rythme)
Gerak (movement) teknik massage
Untuk mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan massage maka harus dipahami dengan benar bagaimana seseorang melakukan gerakan gerakan dari tiap teknik gerakan sesuai dengan tujuan dan area tubuh yang dimassage.
Irama (rythme)
Adalah interval antara gerakan ke gerakan dimana hal tersebut akan sangat mempengaruhi rangsangan pada bagian bagian tubuh yang dimassage maupun kenyamanan bagi klien itu sendiri. Massage yang baik adalah bila irama gerakan teratur, stabil serta tidak terlalu cepat ataupun lambat.
Tangan Seorang Masseur/Masseuse
Tangan yang ideal untuk melakukan masase adalah yang lebar, penuh kelembutan, hangat, dengan sentuhan yang sensitif dan enak (nyaman). Tangan yang lembab dan selalu berpeluh merupakan ciri tangan yang kurang sesuai untuk pekerjaan ini. Kalau memang terpaksa dapat digunakan spiritus atau alcohol untuk mengurangi keluarnya keringat dari telapak tangan.
Untuk menjaga kondisi dan kekuatan tangan pada saat melakukan masase, seorang masseur/masseuse hendaknya juga melakukan latihan-latihan misalnya : push up, angkat barbell dan hand grip. Selain itu keterampilan tangan harus dilatih untuk meningkatkan ketepatan, kecepatan dan kelembutan.

Arah Gerakan Tangan
Gerakan tangan yang benara dari seorang masseur/masseuse adalah ke arah centripetal yaitu gerakan tangan yang mengikuti pembuluh darah balik (vena) yang membawa darah kotor ke jantung.
Pada bagian-bagian di bawah jantung harus diarahkan ke atas (ke arah jantung), sedangkan pada bagian tubuh di atas jantung terutama leher sebagai jembatan penghubung kepala harus diarahkan ke bawah (ke arah jantung) melalui pembuluh darah balik (vena).
Manipulasi Pada Pasien
Manipulasi atau Pegangan yang dilakukan seorang masseur/masseuse dilakukan dengan tekanan yang cukup disesuaikan kondisi si pasien dan penuh perasaan sehingga mendatangkan rasa enak (nyaman) pada pasien yang bersangkutan.
Pada saat melakukan masase, tangan masseur/masseuse harus dalam keadaan rileks, tidak kaku atau tegang. Jika perlu harus menggunakan berat badanya untuk memberikan tambahan tekanan, tetapi tetaplah harus dalam batas-batas yang sesuai menurut kebutuhannya, sehingga tidak sampai menimbulkan bercak-bercak merah (memar) yang menimbulkan rasa sakit.
Masseur/masseuse tetap harus memusatkan perhatiannya terhadap tugas yang dihadapi dan selalu sensitif (peka) terhadap segala perubahan-perubahan yang terjadi pada si pasien. Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian antara lain :
  1. Keadaan kulit, misalnya kulit yang kasar, suhu (dingin/panas) atau warna kemerah-merahan
  2. Keadaan abnormal pada jaringan di bawah kulit, misalnya pembengkakan (haematome), pengerasan atau penebalan (miogelosen), jaringan yang lunak, otot kaku atau kejang-kejang.
  3. Pergeseran pada sendi atau perubahan dalam luas gerak persendian.
  4. Tanda-tanda kelelahan, kesulitan dalam pernafasan dan lain-lain.

Posisi Pasien
Seorang pasien yang akan dimasase hendaknya mengambil posisi serileks mungkin, agar bagian yang akan dimasase tidak mengalami ketegangan (kendor).
Keadaan rileks dari pasien ini sangatlah penting, agar manipulasi yang diberikan memperoleh hasil yang sebaik-baiknya, selain itu keadaan rileks akan memberikan istirahat jasmani dan rohani. Hal ini diperlukan mengingat banyak orang yang mengalami kesibukan, ketegangan dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang jika seorang pasien diminta untuk rileks, tanpa disadari ia justru menimbulkan ketengangan pada anggota tubuhnya, hal ini timbul karena ada perasaan cemas, takut sakit atau asing terhadap keadaan sekitarnya.
Untuk melihat apakah si pasien benar-benar dalam keadaan rileks selama perawatan diberikan, maka dapat di tes dengan memberikan manipulasi dengan sedikit gerakan pasif yaitu mengangkat salah satu anggota badan ke atas dan kemudian dibiarkan jatuh. Jika masih ada ketengangan, maka pasien diminta berbaring lagi seakan-akan tidak bertenaga sama sekali.
Pasien harus dalam keadaan hangat selama dimasase, dan diharapkan tidak terhembus oleh angin, meskipun di dalam ruangan terdapat banyak ventilasi. Selain itu selama di masase, bagian tubuh yang tidak di masase harus ditutup atau diselimuti. Hal tersebut perlu diperhatikan agar pasien tetap dalam kondisi nyaman dan efek masase dapat dirasakan secara maksimal.                     Beberapa posisi yang dianjurkan selama kegiatan masase antara lain :
  1. Posisi Tidur Telungkup
Posisi tidur telungkup yang baik adalah kedua lengan lurus ke bawah di samping badan, kepala dipalingkan ke samping dan diletakkan diatas bantal yang tidak terlalu tinggi atau bila tidak ada bantal dapat melibatkan kedua tangan yang diletakkan di bawah dagu. Jika terdapat bangku masase yang lebih modern, biasanya posisi kepala diletakkan pada bagian yang berlubang dengan hiasan dibawah sebagai penyegar pandangan (misalnya : bunga segar yang diletakkan di baskom).
Posisi lengan yang di samping badan hendaknya jangan sampai terkulai ke bawah, karena akan banyak darah yang mengalir ke lengan sehingga terjadillah pembendungan. Oleh karena itu lengan diletakkan di samping badan, dengan jari-jari serta telapak tangan menghadap ke atas.
Untuk menjaga agar kaki bawah (sendi pergelangan  kaki : engkel) tidak terlalu bengkok yang menyebabkan rasa sakit berilah alas dengan guling di bawah kura-kura kaki. Jika ada pasien yang bentuk badannya tinggi dapat digunakan cara yaitu meletakkan kakinya pada tepi bangku masase dengan diberi alas bantal tipis atau handuk yang dilipat, dan apabila pada posisi telungkup ada pasien yang merasa sakit pada daerah lutut, berilah alas berupa handuk atau bahan lain, sehingga tempurung lutut akan terlindungi.
  1. Posisi Tidur Telentang
Untuk memasase tubuh bagian depan, maka posisi pasien harus tidur telentang dan lengan diletakkan di samping badan. Letakkan bantal yang tidak terlalu tinggi di bawah kepala dan guling atau gulungan handuk di bawah lutut untuk menghindari rasa sakit pada saat melakukan tekanan pada paha bagian depan (quadriceps).
  1. Posisi Duduk
Posisi duduk yang lebih baik adalah pantat diletakkan pada alas kursi, sedangkan pinggang-punggung pada kondisi bersandar. Kaki, tangan, leher dan kepala dalam keadaan rileks, dan tidak ada bagian tubuh yang kontraksi sedikitpun.
Tempat duduk yang baik adalah bangku masase, tetapi jika tidak ada dapat memakai kursi biasa yang kerangkanya memenuhi syarat secara otomatis, dan sikap masseur/masseuse pada saat memasase dalam posisi berdiri.

Penggunaan Bahan Pelicin
Beberapa macam bahan pelican yang dapat digunakan dalam melakukan masase, antara lain :
  1. Berupa minyak cair : baby oil, minyak zaitun, minyak aroma terapi (almond, lavender dll), minyak kelapa (ikan dorang), dll.
  1. Berupa bedak : baby talk, salycil talk, dll.
  2. Berupa bahan cair beraroma : hand body, citra, dll.
  3. Berupa vaselin : balsem, vicks, avitson, dll.
  4. Berupa cream : counterpain, stop-x, rheumason cream, dll.
  5. Berupa sabun : sabun mandi, sabun cuci, dll.
Dari berbagai persyaratan bahan pelican yang dikemukakan di atas, maka ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, yaitu :
1.      Tidak mengganggu kulit pasien, misalkan yang tidak tahan rheumason karena panasnya, tidak perlu diberikan karena akan menimbulkan panas yang berlebihan dan rasa tidak nyaman.
2.      Tidak berbau terlalu tajam sehingga mengganggu pasien.
3.      Tidak terlalu cepat menguap.
4.    Selesai masase hendaknya di bersihkan dengan handuk, jangan sampai banyak pelican yang tertinggal pada kulit.




By: Edy ZaidaN