Rabu, 08 Januari 2014

TEKNIK LAY UP DALAM BOLA BASKET

Lay Up adalah langkah atau loncatan yang dilakukan pemain saat berada didekat ring lawan agar mendapat poin melalui tembakan yang melayang di udara.
 Rangkaiannya meliputi gerakan memegang bola, berlari (atau melangkah) ke depan, melompat, dan melepas tembakan ka arah rim lawan untuk mencetak angka.
Teknik ini tak semudah seperti yang terlihat. Banyak pemain, khususnya pemula, kerap dibuat bingung saat mengombinasikan footwork dan melepas tembakan ke rim basket lawan. Padahal ini salah satu teknik yang banyak mencetak angka saat suatu tim melakukan fast break.
 Langkah-langkah pelaksanaan Lay Up:
  • Kepala. Kepala tegak, arahkan pandangan ke rim basket lawan atau ke rekan satu tim. Atau, gunakan arah pandangan mata Anda untuk mengecoh lawan yang menjaga Anda.
  • Punggung. Mengikuti pergerakan tubuh Anda saat menusuk pertahanan lawan. 
  • Tangan. Menguasai bola, kemudian melontarkannya ke rim basket lawan untuk mencetak angka.
  • Siku. Siku tangan yang dominan ditekuk –mengikuti pergerakan tangan yang menguasai bola, men-dribble, dan melontarkan bola. Siku tangan tak dominan ditekuk dengan sudut-sudut tertentu agar tidak menjadi dominan Anda bisa melindungi bola yang Anda kuasai dari sergapan lawan.
  • Lutut. Menekuk lutut saat akan melompat akan memberi Anda tambahan dorongan tenaga untuk melayang di udara.
  • Kaki. Ayunkan kaki untuk mendekati rim basket lawan, melompat, dan mendarat di lantai setelah melayang di udara.
Petunjuk praktis:
  • Tujuan gerakan ini adalah mendekati rim basket lawan, melepaskan tembakan, dan mencetak angka.
  • Saat membawa bola, bergeraklah sedikit ke salah satu sudut untuk menciptakan ruang tembak yang ideal.
  • Jika berada di sisi kanan, bawa bola dengan tangan dan jadikan kaki bagian dalam (kiri) sebagai tumpuan untuk melompat. Ketika tangan kanan diangkat, sebaiknya Anda juga mengangkat lutut kanan. Begitupula sebaliknya.
  • Selalu gunakan backboard saat melakukan lay-up. Sasarannya adalah pojok atas kotak kecil pada backboard.



TEKNIK MELAKUKAN SHOOTING PADA BOLA BASKET

Shooting (Menembak bola ke ring)
Menembak adalah sasaran akhir setiap bermain, juga termasuk unsure yang menentukan kemenangan dalam pertandingan sebab kemenangan ditentukan oleh banyaknya bola yang masuk dalam keranjang (basket) setiap serangan selalu berusaha untuk dapat melakukan tembakan. Dasar-dasar teknik menembak sebenarnya sama dengan teknik operan disamping itu juga tepat tidaknya mekanika gerakan dalam menembak menentukan baik buruknya tembakan.
Shooting atau menembak ini harus dilakukan sesering mungkin untuk melatih anak merasakan gerakannya dengan benar serta dapat terlatih ketepatannya. Untuk para atlit yunior biasanya penekanan latihan pada dua macam cara dalam melakukan shooting atau menembaknya antara lain :
  1. One Hand Shoot (Tembakan satu tangan).
  2. Two Hand Shoot (Tembakan dua tangan).
Cara memasukkan bola atau menembak (shooting)
Bila dilihat dari posisi badannya terhadap papan maka dapat dibedakan :
Menghadap papan (facing shoot)
Membelakngi papan (back up shoot)
Sedang cara pelaksanaannya dapat dilakukan dengan sikap berhenti, memutar, melompat dan berlari.
Menghadap papan dengan sikap berhenti :
- tembakan dua tangan dari dada (two handed set shoot)
- tembakan dua tangan dari atas kepala (two handed over head set shoot)
- tembakan satu tangan (one hand set shoot)
- tembakan satu tangan dari atas kepala (one hand over head shoot)
Menghadap papan dengan sikap melompat
Menghadap papan dengan sikap lari
Membelakangi papan dengan sikap berhenti
Membelakangi papan dengan sikap melompat
Cara pelaksanaan shooting:
 a. Posisi Perkenaan Kedua Telapak Tangan Pada Bola Membentuk Huruf “W”.
b. Posisi Kaki Selebar Bahu.
c. Badan Agak Condong Ke depan.
d. Posisi Tangan Membentuk Sudut 90 derajat Dengan Diiringi Posisi Badan Tegap.
e. Kedua Tangan Lurus Ke Atas Kemudian Diiringi Dengan Lecutan.



TEKNIK DRIBLE BOLA PADA BOLA BASKET

    

        Dribble merupakan suatu cara membawa bola ke depan dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan atau secara bergantian baik dengan berjalan atau berlari. Hal terpenting dan harus diperhatikan dalam melakukan dribble adalah melindungi bola agar bola tidak mudah direbut lawan. Seperti dikemukakan Wissle Hal (2000 : 95) bahwa, “Kemampuan mendribble dengan tangan lemah dan tangan kuat adalah kunci untuk meningkatkan permainan anda. Untuk melindungi bola, jagalah agar tubuh anda berada diantara bola dan lawan”. Dalam melakukan dribble tubuh mempunyai peran penting jika tangan yang digunakan mendribble lemah, maka tubuh berfungsi untuk melindungi bola. Oleh karena itu, pada saat mendribble bola, tubuh harus selalu diantara bola dan lawan. Hal ini dimasukkan, Jika lawan akan merebut bola maka tubuh siap untuk menghalangi lawan.
      Tujuan dribbling adalak agar (1) lebih cepat menuju ke daerah lawan dalam usaha memasukkan bola ke dalam keranjang lawan, (2) lebih mudah menyusup dan menerobos ke daerah pertahanan lawan, dan untuk mengacaukan pertahanan lawan dan, (3) permainan lawan menjadi tidak berkembang, sehingga permainan menjadi terhambat”.
     Dribble dapat dilakukan dengan baik jika menguasai teknik yang baik dan benar. Untuk memperoleh kualitas dribble yang baik maka seorang pemain harus memahami dan menguasai teknik dribble. Soebagio Hartoko (1993: 36) memberikan petunjuk cara melakukan dribble sebagai berikut:
  • Peganglah bola dengan kedua tangan yang relax, tangan kanan di atas bola, sedang tangan kiri menjadi tempat terletaknya bola.
  • Berdirilah seenaknya dengan kaki kiri agak sedikit di depan kaki kanan
  • Condongkan badan ke depan mulai dan pinggang.
  • Mulai pantulkan bola dengan tangan kanan, (sebagai permulaan sebaiknya mata masih melihat bola).
  • Gerakan lengan hampir sepenuhnya.
  • Jangan memukul bola dengan telapak tangan, tetapi pantulkan (tekankan) dengan jari-jari dibantu dengan gerakan pergelaragan tangan.
  • Jinakkan bola dengan sedikit mengkuti bergeraknya ke atas sebentar dengan jari-jari dan pergelangan tangan, kemudian dipantulkan kembali.
  • Setelah rahasia gerak, watak dan irama dari pantulan dapat dirasakan (get the feeling) dengan sikap berdiri ditempat, memulailah dengan bergerak maju.
  • Mulailah jangan melihat bola, dan percepatlah gerak.
  • Kemudian menggiring dengan agak rendah, rendah, maju, mundur cepat, secepatnya, berliku, berkelok dengan rintangan dan lawan.         
      Di dalam pelaksaaaannya dribble dapat dilakukan dengan dribble bola tinggi dan dribble bola rendah, Hal ini didasarkan pada kebutuhannya dalam permainan. Seperti dikemukakan A. Sarumpaet dkk, (1992: 229) bahwa, “sesuai dengan kebutuhannya jenis dribble ada dua cara yaitu: “(1) dribble bola tinggi (setinggi pinggang), (2) dribble bola rendah (setinggi lutut)”. Dribbling bola setinggi pinggang digunakan untuk kebutuhan maju cepat ke depan lurus. Sedangkan dribble readah digunakan untuk menerobos atau berbelok-belok sainbil mengontrol bola.


 Semoga bermanfaat....!!!

Minggu, 05 Januari 2014

WANITA AHLI NERAKA

Saidina Ali Karramallahahu wajhah berkata, ˜saya dengan Fatimah menghadap Rasulullah SAW, kami dapati baginda sedang menangis, lalu kami berkata kepadanya, ˜Apakah yang menyebabkan ayahanda menangis, ya Rasulullah?”, Baginda menjawab, ˜Pada malam aku diisrakkan hingga kelangit, di sana aku melihat perempuan-perempuan dalam keadaan azab yang amat dahsyat, dengan itu aku menangis bila mengenangkan azab yang diterima oleh mereka, Ali bertanya, ˜Apakah yang ayahanda lihat di sana?” Rasulullah SAW bersabda, ˜aku melihat ada perempuan digantung rambutnya, otak kepalanya menggelegak. Aku melihat perempuan yang digantung lidahnya dan tangannya dikat kebelakang dan iqthran (timah cair yang panas) dicurah ke dalam tekaknya. Aku melihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat, tangannya terikat keubun-ubunnya, dan aku lihat perempuan memakan tali perutnya sendiri.”
˜Aku melihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, diisikan ke dalam peti yang diperbuat dari api neraka, otaknya keluar daripada lubang, badannya berbau busuk kerana berpenyakit sopak dan kusta”
˜Aku melihat perempuan yang kepalanya seperti babi, badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraannya yang dihadapi. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, kala dan ular masuk ke kemaluannya atau mulutnya atau kelepasannya. Malaikat memukulnya dengan curung api neraka.”
Sebab-sebab wanita masuk neraka
Fatimah pun berdiri dan bertanya kepada ayahnya, ˜ Ayahanda yang dikasihi, apakah kesalahan yang dilakukan oleh perempuan-perempuan itu?”
Rasulullah menjawab, ˜Fatimah, adapun perempuan-perenpuan yang digantung rambutnya itu ialah perempuan yang tidak menutup auratnya daripada yang bukan muhrimnya. Perempuan yang tergantung lidahnya ialah perempuan yang menggunakan lidahnya untuk memaki dan menyakiti hati suaminya.”
˜Perempuan yang digantung tubuh mereka ialah yang menyusukan anak orang lain dengan tidak mendapat keizinan suaminya. Perempuan yang kedua kakinya tergantung ialah perempuan yang keluar dari rumahnya tanpa keizinan suaminya dan perempuan yang tidak mahu bersuci daripada haid dan nipas. Perempuan yang memakan dirinya sendiri itu ialah kerana mereka berhias untuk lelaki yang bukan suaminya dan suka mengumpat orang”.
˜Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka, kerana ia memperkenalkan dirinya kepada orang lain. Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya, ialah kerana ia boleh sembahyang tetapi tidak mengerjakannya, dan tidak mahu mandi janabah”
˜Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah ahli pengumpat dan pendusta. Perempuan yang berupa seperti anjing ialah perempuan yang suka buat fitnah dan membenci suaminya.”
˜Perempuan yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, pada hari Qiamat nanti Allah jadikan lidahnya sepanjang tujuh puluh hasta, kemudian diikat ke belakang tengkuknya.”
Sementara itu Saidina Abu Bakar As-Siddiq menyatakan, ˜Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Perempuan yang menggunakan lidahnya untuk menyakiti hati suaminya, ia akan mendapat laknat dan kemurkaan Allah, laknat para malaikat dan laknat oleh manusia.”
Tidak bersyukur kepada suami
Usamah bin Zaid meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: ˜Seseorang perempuan itu, apabila ia mengerjakan sembahyang lima waktu, dan berpuasa dalam bulan Ramadhan, dan memelihara kehormatannya dan taat setia kepada suaminya, masuklah ia ke dalam syurga dari mana jua pintu syurga yang ia kehendaki.”
Sabda Rasulullah SAW lagi:
˜Selain dari itu, ahli neraka diperintah masuk kedalam neraka, dan aku telah berdiri menghadap Rasulullah SAW seraya bertanya: ˜Ya Rasulullah, kebanyakkan orang yang masuk kedalamnya ialah perempuan. ˜Rasulullah SAW menjawab: ˜Kebanyakan penghuni neraka itu adalah perempuan kerana perempuan gemar sekali mengkufurkan suaminya. Seberapa banyakpun nikmat yang telah diperolehinya, dia masih belum rasa puas hati dan cukup sehingga terus merayu suaminya untuk mendapatkan harta yang banyak.”
by FieZtA music

PEMBELAJARAN PAKEM

PAKEM : Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan.


PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. PAKEM merupakan model pembelajaran yang diterapkan dalam kurikulum yang disempurnakan di bawah bimbingan MBE (managing based of education) dari UNESCO yang dalam aplikasinya pembelajaran yang mengembangkan kemampuan kritis, kreatif dan kemampuan memecahkan masalah.
Metode PAKEM merupakan salah satu model pembelajaran yang diinginkan dalam implementasi KTSP di dalam kelas. Hal ini didasarkan dari bahwa PAKEM merupakan salah satu pilar pembangun KTSP selain manajemen sekolah dan PSM (peran serta masyarakat).
PAKEM juga merupakan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap, dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan, dan efektif. Pengertian pembelajaran PAKEM dapat dijabarkan sebagai berikut
a. Pembelajaran Aktif
Model belajar aktif terkait erat dengan motivasi belajar karena adanya hubungan timbal balik diantara kedua hal tersebut; untuk belajar aktif diperlukan motivasi belajar yang kuat; sebaliknya belajar aktif akan menyebabkan kegiatan belajar menjadi lebih berhasil dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar. Dengan motivasi belajar yang meningkat maka peserta didik dapat membuat keputusan yang positif.
Menurut Mulyasa, â€Å“Pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktifitas peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensinya. Hal ini diterapkan dalam bentuk pendekatan PAKEM pada pembelajaran.
Dalam pembelajaran ini, guru lebih memposisikan dirinya sebagai fasilitator pembelajaran yang mengatur sirkulasi dan jalannya pembelajaran dengan terlebih dahulu menyampaikan tujuan dan kompetensi yang akan dicapai dalam suatu pembelajaran. Sedangkan peserta didik terlibat secara aktif dan banyak berperan dalam proses pembelajaran.
Sebagai pusat belajar, peserta didik harus lebih aktif berkegiatan untuk membangun suatu pemahaman, ketrampilan, dan sikap/perilaku tertentu. Aktifitas siswa menjadi penting karena belajar pada hakikatnya adalah proses yang aktif dimana siswa menggunakan pikirannya untuk membangun pemahaman (constructivism aproach). Dari proses pembelajaran aktif akan menyebabkan peserta didik mampu berpikir inovatif dan kreatif.
b. Pembelajaran Kreatif
Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan guru untuk dapat memotivasi dan memunculkan kreatifitas peserta didik selama pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan beberapa metode dan strategi bervariasi, misalnya kerja kelompok, bermain peran, dan pemecahan masalah. Untuk itu guru dituntut mampu merangsang kreatifitas peserta didik dalam hal kecakapan berpikir maupun dalam melakukan suatu tindakan.
Kreatif yang dimaksud adalah kemampuan peserta didik dalam menghasilkan sebuah kegiatan atau aktifitas yang baru yang diperoleh dari hasil berpikir kreatif dengan mewujudkannya dalam bentuk sebuah hasil karya yang baru.
c. Pembelajaran Efektif
Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika mampu memberikan pengalaman baru, dan membentuk kompetensi peserta didik, serta mengantarkan mereka ke tujuan yang ingin dicapai secara optimal. Hal ini dapat dicapai dengan cara melibatkan seluruh peserta didik dalam merencanakan proses pembelajaran.
Pendapat senada dikemukakan oleh Khaerudin dan Mahfud Junaedi yang menyatakan, â€Å“Pembelajararan dikatakan efektif jika peserta didik mengalami berbagai pengalaman baru dan perilakunya menjadi berubah menuju titik akumulasi kompetensi yang diharapkan”.
Pembelajaran efektif menuntut keterlibatan peserta didik secara aktif, karena mereka merupakan pusat kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi. Pembelajaran ini juga perlu ditunjang oleh suasana dan lingkungan yang memadai. Untuk itu, guru harus mampu mengelola tempat belajar dengan baik, mengelola peserta didik, mengelola kegiatan pembelajaran, mengelola isi/materi pembelajaran, dan mengelola sumber-sumber belajar.
d. Pembelajaran Menyenangkan
Pembelajaran menyenangkan (joyfull instruction) merupakan suatu proses pembelajaran yang didalamnya terdapat sebuah kohesi yang kuat antara pendidik dan peserta didik, tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan (not under pressure).30 Dalam pembelajaran ini guru memposisikan diri sebagai mitra belajar peserta didik agar tercipta suasana keakraban antara pendidik dan peserta didik dalam proses belajar mengajar.
Peter Kline dalam Gordon Dryden & Jeannette Vos mengatakan, â€Å“Belajar akan efektif jika dilakukan dalam suasana menyenangkan”. Menyenangkan atau membuat suasana belajar dalam keadaan gembira bukan berarti menciptakan suasana ribut dan hura-hura. Ini tidak ada hubungannya dengan kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal. â€Å“Kegembiraan” disini berarti bangkitnya minat, adanya keterlibatan penuh, serta terciptanya makna, pemahaman (penguasaan materi yang dipelajari), dan nilai yang membanggakan pada diri si pemelajar. Itu semua adalah kegembiraan dalam melahirkan sesuatu yang baru.
Pembelajaran yang menyenangkan ini dapat terwujud apabila guru mampu mendesain materi pembelajaran dengan baik serta mengkombinasikannya dengan strategi pembelajaran yang mengedepankan keterlibatan aktif peserta didik di kelas, seperti simulasi, game, team quiz, role playing dan sebagainya.

Semakin asyik PAKEM yang kita sajikan semakin berhasil pembelajaran kita.
Jadi pada intinya PAKEM mempunyai ciri-ciri sbb:
Guru Aktif :
  • Memantau kegiatan belajar siswa
  • Memberi umpan balik sesuai kebutuhan, tidak usah berlebihan
  • Mengajukan pertanyaan yang menantang dan membuat siswa berpikir
  • Mempertanyakan gagasan siswa dengan mengemukakan alasan.
Adapun siswa aktif bila bisa :

  • Membangun konsep dan apa yang sudah diketahui
  • Bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami
  • Mengemukakan gagasan sendiri atau kelompok
  • Mempertanyakan gagasan baru
  • Melakukan kegiatan yang ada hubungannya dengan pokok bahasan yang ada.
Pembelajaran ini, perlu guru yang kreatif, antara lain dapat :

  • Mengembangkan kegiatan yang menarik dan bervariasi
  • Membuat alat bantu belajar disamping alat yang sudah ada
  • Memanfaatkan lingkungan untuk dikaitkan dengan bahan ajar/ilmu yang didapat dalam kelas.
Sedangkan siswa yang kreatif adalah siswa yang dapat :
  • Merancang, membuat sesuatu secara mandiri atau kelompok
  • Menulis/mengarang atau melaporkan apa yang dihasilkan sebagai pemerolehan belajar yang dikembangkan.
Pembelajaran ini efektif apabila dapat mencapai potensi yang telah dirumuskan atau mencapai tujuan pembelajaran dan siswa memperoleh atau mencapai kompetensi yang diharapkan.

Pembelajaran yang menyenangkan, TIDAK membuat anak takut :
  • takut salah, takut ditertawakan, dan takut dianggap sepele
Pembelajaran menyenangkan bila pembelajaran membuat anak :
  • berani mencoba/berbuat sesuatu yang sesuai keinginan;
  • berani bertanya bila kurang paham atau ingin tahu lebih banyak;
  • berani mengemukakan pendapat/gagasan, serta
  • berani mempertanyakan gagasan orang lain. 
Semoga bermanfaat dan selamat berpakem ria.

by FieZtA music



TAMAN BERKONSEP SEX

Di Korea Ada Taman Yang Berkonsepkan Seks Sepenuhnya

        Loveland 'adalah sebuah taman tema seksual, yang terletak di Korea Selatan, yang kira-kira sebagai dua padang bola sepak. Taman ini mempunyai beberapa patung dibuat berdasarkan kedudukan hubungan seks.Mereka mengatakan bahawa banyak pasangan di negeri ini menggunakan taman ini sebagai destinasi untuk bulan madu. Yang benar adalah bahawa ia juga dikenali sebagai 'Pulau baru berkahwin.'






Untuk tempat wisata di Indonesia semaga nggak ada yang seperti ini.
Maaf hanya untuk pengalaman brow.....
By FieZtA music

Senin, 02 Desember 2013

Rambu-rambu penyusunan RPP tematik

3.1.1 rambu rambu penyusunan rpp tematik Presentation Transcript

  • 1. RAMBU-RAMBU PENYUSUNAN RPP PPT – 3.1-1 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1. RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. 2. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis. 3. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. 4. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. 2
  • 3. Komponen RPP ( Standar Proses No 65 Th 2013) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Identitas Sekolah Tema/Subtema Kelas/ semester Materi Pokok Alokasi Waktu Tujuan pembelajaran Kompetensi dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran Alokasi waktu Metode pembelajaran Media Pembelajaran Sumber belajar Langkah-langkah Pembelajaran Penilaian hasil Pembelajaran KD - KI 1 KD – KI 2 KD – KI 3 Indikator ..... Indikator .... KD – KI 4 Indikator... Indikator ... 3
  • 4. Komponen RPP  Pada kurikulum 2013, istilah standar kompetensi tidak dikenal lagi. Namun muncul istilah kompetensi inti.  Kompetensi inti o Gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan tema o Kemampuan yang harus dimiliki seorang peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran 4
  • 5. Prinsip Penyusunan RPP 1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik. 2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik. 3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis. 4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut. 5. Keterkaitan dan keterpaduan. 6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. 5
  • 6. Langkah Penyusunan RPP Pelaksanaan Proses Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi c. Konfirmasi (ditambah pendekatan scientific) 3. Kegiatan Penutup 6
  • 7. Langkah Penyusunan RPP (Lanj) 1. Kegiatan Pendahuluan o Orientasi • Memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, menampilkan slide animasi (jika memungkinkan), fenomena alam, fenomena sosial, atau lainnya. o Apersepsi • Memberikan apersepsi awal kepada peserta didik tentang tema yang akan diajarkan. 7
  • 8. Langkah Penyusunan RPP (Lanj) 1. Kegiatan Pendahuluan o Motivasi • Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari tema yang akan diajarkan. o Pemberian Acuan • Berkaitan dengan tema yang akan dipelajari. • Acuan dapat berupa penjelasan tema dan materi dari beberapa mata pelajaran. • Pembagian kelompok belajar. • Penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran). 8
  • 9. Langkah Penyusunan RPP (Lanj) 2. Kegiatan Inti o Proses pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. o Dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik. o Menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tema, yang dapat meliputi proses • • • • Eksplorasi; Elaborasi; Konfirmasi; dan Pendekatan Scientific 9
  • 10. Langkah Penyusunan RPP (Lanj) 3. Kegiatan Penutup o Kegiatan guru membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan. o Pemberian tes atau tugas, dan memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan. Pada langkah pembelajaran dalam RPP pengembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan harus tampak. Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan ilmiah atau scientific approach pada proses pembelajaran. 10
  • 11. Contoh Format RPP Satuan Pendidikan : …………………………………….. Kelas/Semester : …………………………………….. Tema : …………………………………….. Sub Tema : …………………………………….. Pertemuan Ke- : …………………………………….. Alokasi Waktu : …………………………………….. A. Kompetensi Inti B. Kompetensi Dasar C. Indikator Pencapaian Kompetensi D. Tujuan pembelajaran E. Materi ajar F. Metode pembelajaran 11
  • 12. Lanjutan………… G Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Alokasi Waktu …………………………………………………… …………………… Inti Penutup H Alat dan Sumber Belajar - Alat dan Bahan - Sumber Belajar I Penilaian Proses dan Hasil Belajar - Teknik - Bentuk - Instrumen (Tes dan Nontes) - Kunci dan Pedoman penskoran - Tugas Terima Kasih 12