Rabu, 08 Januari 2014

TEKNIK DRIBLE BOLA PADA BOLA BASKET

    

        Dribble merupakan suatu cara membawa bola ke depan dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan atau secara bergantian baik dengan berjalan atau berlari. Hal terpenting dan harus diperhatikan dalam melakukan dribble adalah melindungi bola agar bola tidak mudah direbut lawan. Seperti dikemukakan Wissle Hal (2000 : 95) bahwa, “Kemampuan mendribble dengan tangan lemah dan tangan kuat adalah kunci untuk meningkatkan permainan anda. Untuk melindungi bola, jagalah agar tubuh anda berada diantara bola dan lawan”. Dalam melakukan dribble tubuh mempunyai peran penting jika tangan yang digunakan mendribble lemah, maka tubuh berfungsi untuk melindungi bola. Oleh karena itu, pada saat mendribble bola, tubuh harus selalu diantara bola dan lawan. Hal ini dimasukkan, Jika lawan akan merebut bola maka tubuh siap untuk menghalangi lawan.
      Tujuan dribbling adalak agar (1) lebih cepat menuju ke daerah lawan dalam usaha memasukkan bola ke dalam keranjang lawan, (2) lebih mudah menyusup dan menerobos ke daerah pertahanan lawan, dan untuk mengacaukan pertahanan lawan dan, (3) permainan lawan menjadi tidak berkembang, sehingga permainan menjadi terhambat”.
     Dribble dapat dilakukan dengan baik jika menguasai teknik yang baik dan benar. Untuk memperoleh kualitas dribble yang baik maka seorang pemain harus memahami dan menguasai teknik dribble. Soebagio Hartoko (1993: 36) memberikan petunjuk cara melakukan dribble sebagai berikut:
  • Peganglah bola dengan kedua tangan yang relax, tangan kanan di atas bola, sedang tangan kiri menjadi tempat terletaknya bola.
  • Berdirilah seenaknya dengan kaki kiri agak sedikit di depan kaki kanan
  • Condongkan badan ke depan mulai dan pinggang.
  • Mulai pantulkan bola dengan tangan kanan, (sebagai permulaan sebaiknya mata masih melihat bola).
  • Gerakan lengan hampir sepenuhnya.
  • Jangan memukul bola dengan telapak tangan, tetapi pantulkan (tekankan) dengan jari-jari dibantu dengan gerakan pergelaragan tangan.
  • Jinakkan bola dengan sedikit mengkuti bergeraknya ke atas sebentar dengan jari-jari dan pergelangan tangan, kemudian dipantulkan kembali.
  • Setelah rahasia gerak, watak dan irama dari pantulan dapat dirasakan (get the feeling) dengan sikap berdiri ditempat, memulailah dengan bergerak maju.
  • Mulailah jangan melihat bola, dan percepatlah gerak.
  • Kemudian menggiring dengan agak rendah, rendah, maju, mundur cepat, secepatnya, berliku, berkelok dengan rintangan dan lawan.         
      Di dalam pelaksaaaannya dribble dapat dilakukan dengan dribble bola tinggi dan dribble bola rendah, Hal ini didasarkan pada kebutuhannya dalam permainan. Seperti dikemukakan A. Sarumpaet dkk, (1992: 229) bahwa, “sesuai dengan kebutuhannya jenis dribble ada dua cara yaitu: “(1) dribble bola tinggi (setinggi pinggang), (2) dribble bola rendah (setinggi lutut)”. Dribbling bola setinggi pinggang digunakan untuk kebutuhan maju cepat ke depan lurus. Sedangkan dribble readah digunakan untuk menerobos atau berbelok-belok sainbil mengontrol bola.


 Semoga bermanfaat....!!!

Minggu, 05 Januari 2014

WANITA AHLI NERAKA

Saidina Ali Karramallahahu wajhah berkata, ˜saya dengan Fatimah menghadap Rasulullah SAW, kami dapati baginda sedang menangis, lalu kami berkata kepadanya, ˜Apakah yang menyebabkan ayahanda menangis, ya Rasulullah?”, Baginda menjawab, ˜Pada malam aku diisrakkan hingga kelangit, di sana aku melihat perempuan-perempuan dalam keadaan azab yang amat dahsyat, dengan itu aku menangis bila mengenangkan azab yang diterima oleh mereka, Ali bertanya, ˜Apakah yang ayahanda lihat di sana?” Rasulullah SAW bersabda, ˜aku melihat ada perempuan digantung rambutnya, otak kepalanya menggelegak. Aku melihat perempuan yang digantung lidahnya dan tangannya dikat kebelakang dan iqthran (timah cair yang panas) dicurah ke dalam tekaknya. Aku melihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat, tangannya terikat keubun-ubunnya, dan aku lihat perempuan memakan tali perutnya sendiri.”
˜Aku melihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, diisikan ke dalam peti yang diperbuat dari api neraka, otaknya keluar daripada lubang, badannya berbau busuk kerana berpenyakit sopak dan kusta”
˜Aku melihat perempuan yang kepalanya seperti babi, badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraannya yang dihadapi. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, kala dan ular masuk ke kemaluannya atau mulutnya atau kelepasannya. Malaikat memukulnya dengan curung api neraka.”
Sebab-sebab wanita masuk neraka
Fatimah pun berdiri dan bertanya kepada ayahnya, ˜ Ayahanda yang dikasihi, apakah kesalahan yang dilakukan oleh perempuan-perempuan itu?”
Rasulullah menjawab, ˜Fatimah, adapun perempuan-perenpuan yang digantung rambutnya itu ialah perempuan yang tidak menutup auratnya daripada yang bukan muhrimnya. Perempuan yang tergantung lidahnya ialah perempuan yang menggunakan lidahnya untuk memaki dan menyakiti hati suaminya.”
˜Perempuan yang digantung tubuh mereka ialah yang menyusukan anak orang lain dengan tidak mendapat keizinan suaminya. Perempuan yang kedua kakinya tergantung ialah perempuan yang keluar dari rumahnya tanpa keizinan suaminya dan perempuan yang tidak mahu bersuci daripada haid dan nipas. Perempuan yang memakan dirinya sendiri itu ialah kerana mereka berhias untuk lelaki yang bukan suaminya dan suka mengumpat orang”.
˜Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka, kerana ia memperkenalkan dirinya kepada orang lain. Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya, ialah kerana ia boleh sembahyang tetapi tidak mengerjakannya, dan tidak mahu mandi janabah”
˜Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah ahli pengumpat dan pendusta. Perempuan yang berupa seperti anjing ialah perempuan yang suka buat fitnah dan membenci suaminya.”
˜Perempuan yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, pada hari Qiamat nanti Allah jadikan lidahnya sepanjang tujuh puluh hasta, kemudian diikat ke belakang tengkuknya.”
Sementara itu Saidina Abu Bakar As-Siddiq menyatakan, ˜Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Perempuan yang menggunakan lidahnya untuk menyakiti hati suaminya, ia akan mendapat laknat dan kemurkaan Allah, laknat para malaikat dan laknat oleh manusia.”
Tidak bersyukur kepada suami
Usamah bin Zaid meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: ˜Seseorang perempuan itu, apabila ia mengerjakan sembahyang lima waktu, dan berpuasa dalam bulan Ramadhan, dan memelihara kehormatannya dan taat setia kepada suaminya, masuklah ia ke dalam syurga dari mana jua pintu syurga yang ia kehendaki.”
Sabda Rasulullah SAW lagi:
˜Selain dari itu, ahli neraka diperintah masuk kedalam neraka, dan aku telah berdiri menghadap Rasulullah SAW seraya bertanya: ˜Ya Rasulullah, kebanyakkan orang yang masuk kedalamnya ialah perempuan. ˜Rasulullah SAW menjawab: ˜Kebanyakan penghuni neraka itu adalah perempuan kerana perempuan gemar sekali mengkufurkan suaminya. Seberapa banyakpun nikmat yang telah diperolehinya, dia masih belum rasa puas hati dan cukup sehingga terus merayu suaminya untuk mendapatkan harta yang banyak.”
by FieZtA music

PEMBELAJARAN PAKEM

PAKEM : Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan.


PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. PAKEM merupakan model pembelajaran yang diterapkan dalam kurikulum yang disempurnakan di bawah bimbingan MBE (managing based of education) dari UNESCO yang dalam aplikasinya pembelajaran yang mengembangkan kemampuan kritis, kreatif dan kemampuan memecahkan masalah.
Metode PAKEM merupakan salah satu model pembelajaran yang diinginkan dalam implementasi KTSP di dalam kelas. Hal ini didasarkan dari bahwa PAKEM merupakan salah satu pilar pembangun KTSP selain manajemen sekolah dan PSM (peran serta masyarakat).
PAKEM juga merupakan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap, dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan, dan efektif. Pengertian pembelajaran PAKEM dapat dijabarkan sebagai berikut
a. Pembelajaran Aktif
Model belajar aktif terkait erat dengan motivasi belajar karena adanya hubungan timbal balik diantara kedua hal tersebut; untuk belajar aktif diperlukan motivasi belajar yang kuat; sebaliknya belajar aktif akan menyebabkan kegiatan belajar menjadi lebih berhasil dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar. Dengan motivasi belajar yang meningkat maka peserta didik dapat membuat keputusan yang positif.
Menurut Mulyasa, “Pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktifitas peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensinya. Hal ini diterapkan dalam bentuk pendekatan PAKEM pada pembelajaran.
Dalam pembelajaran ini, guru lebih memposisikan dirinya sebagai fasilitator pembelajaran yang mengatur sirkulasi dan jalannya pembelajaran dengan terlebih dahulu menyampaikan tujuan dan kompetensi yang akan dicapai dalam suatu pembelajaran. Sedangkan peserta didik terlibat secara aktif dan banyak berperan dalam proses pembelajaran.
Sebagai pusat belajar, peserta didik harus lebih aktif berkegiatan untuk membangun suatu pemahaman, ketrampilan, dan sikap/perilaku tertentu. Aktifitas siswa menjadi penting karena belajar pada hakikatnya adalah proses yang aktif dimana siswa menggunakan pikirannya untuk membangun pemahaman (constructivism aproach). Dari proses pembelajaran aktif akan menyebabkan peserta didik mampu berpikir inovatif dan kreatif.
b. Pembelajaran Kreatif
Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan guru untuk dapat memotivasi dan memunculkan kreatifitas peserta didik selama pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan beberapa metode dan strategi bervariasi, misalnya kerja kelompok, bermain peran, dan pemecahan masalah. Untuk itu guru dituntut mampu merangsang kreatifitas peserta didik dalam hal kecakapan berpikir maupun dalam melakukan suatu tindakan.
Kreatif yang dimaksud adalah kemampuan peserta didik dalam menghasilkan sebuah kegiatan atau aktifitas yang baru yang diperoleh dari hasil berpikir kreatif dengan mewujudkannya dalam bentuk sebuah hasil karya yang baru.
c. Pembelajaran Efektif
Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika mampu memberikan pengalaman baru, dan membentuk kompetensi peserta didik, serta mengantarkan mereka ke tujuan yang ingin dicapai secara optimal. Hal ini dapat dicapai dengan cara melibatkan seluruh peserta didik dalam merencanakan proses pembelajaran.
Pendapat senada dikemukakan oleh Khaerudin dan Mahfud Junaedi yang menyatakan, “Pembelajararan dikatakan efektif jika peserta didik mengalami berbagai pengalaman baru dan perilakunya menjadi berubah menuju titik akumulasi kompetensi yang diharapkan”.
Pembelajaran efektif menuntut keterlibatan peserta didik secara aktif, karena mereka merupakan pusat kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi. Pembelajaran ini juga perlu ditunjang oleh suasana dan lingkungan yang memadai. Untuk itu, guru harus mampu mengelola tempat belajar dengan baik, mengelola peserta didik, mengelola kegiatan pembelajaran, mengelola isi/materi pembelajaran, dan mengelola sumber-sumber belajar.
d. Pembelajaran Menyenangkan
Pembelajaran menyenangkan (joyfull instruction) merupakan suatu proses pembelajaran yang didalamnya terdapat sebuah kohesi yang kuat antara pendidik dan peserta didik, tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan (not under pressure).30 Dalam pembelajaran ini guru memposisikan diri sebagai mitra belajar peserta didik agar tercipta suasana keakraban antara pendidik dan peserta didik dalam proses belajar mengajar.
Peter Kline dalam Gordon Dryden & Jeannette Vos mengatakan, “Belajar akan efektif jika dilakukan dalam suasana menyenangkan”. Menyenangkan atau membuat suasana belajar dalam keadaan gembira bukan berarti menciptakan suasana ribut dan hura-hura. Ini tidak ada hubungannya dengan kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal. “Kegembiraan” disini berarti bangkitnya minat, adanya keterlibatan penuh, serta terciptanya makna, pemahaman (penguasaan materi yang dipelajari), dan nilai yang membanggakan pada diri si pemelajar. Itu semua adalah kegembiraan dalam melahirkan sesuatu yang baru.
Pembelajaran yang menyenangkan ini dapat terwujud apabila guru mampu mendesain materi pembelajaran dengan baik serta mengkombinasikannya dengan strategi pembelajaran yang mengedepankan keterlibatan aktif peserta didik di kelas, seperti simulasi, game, team quiz, role playing dan sebagainya.

Semakin asyik PAKEM yang kita sajikan semakin berhasil pembelajaran kita.
Jadi pada intinya PAKEM mempunyai ciri-ciri sbb:
Guru Aktif :
  • Memantau kegiatan belajar siswa
  • Memberi umpan balik sesuai kebutuhan, tidak usah berlebihan
  • Mengajukan pertanyaan yang menantang dan membuat siswa berpikir
  • Mempertanyakan gagasan siswa dengan mengemukakan alasan.
Adapun siswa aktif bila bisa :

  • Membangun konsep dan apa yang sudah diketahui
  • Bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami
  • Mengemukakan gagasan sendiri atau kelompok
  • Mempertanyakan gagasan baru
  • Melakukan kegiatan yang ada hubungannya dengan pokok bahasan yang ada.
Pembelajaran ini, perlu guru yang kreatif, antara lain dapat :

  • Mengembangkan kegiatan yang menarik dan bervariasi
  • Membuat alat bantu belajar disamping alat yang sudah ada
  • Memanfaatkan lingkungan untuk dikaitkan dengan bahan ajar/ilmu yang didapat dalam kelas.
Sedangkan siswa yang kreatif adalah siswa yang dapat :
  • Merancang, membuat sesuatu secara mandiri atau kelompok
  • Menulis/mengarang atau melaporkan apa yang dihasilkan sebagai pemerolehan belajar yang dikembangkan.
Pembelajaran ini efektif apabila dapat mencapai potensi yang telah dirumuskan atau mencapai tujuan pembelajaran dan siswa memperoleh atau mencapai kompetensi yang diharapkan.

Pembelajaran yang menyenangkan, TIDAK membuat anak takut :
  • takut salah, takut ditertawakan, dan takut dianggap sepele
Pembelajaran menyenangkan bila pembelajaran membuat anak :
  • berani mencoba/berbuat sesuatu yang sesuai keinginan;
  • berani bertanya bila kurang paham atau ingin tahu lebih banyak;
  • berani mengemukakan pendapat/gagasan, serta
  • berani mempertanyakan gagasan orang lain. 
Semoga bermanfaat dan selamat berpakem ria.

by FieZtA music



TAMAN BERKONSEP SEX

Di Korea Ada Taman Yang Berkonsepkan Seks Sepenuhnya

        Loveland 'adalah sebuah taman tema seksual, yang terletak di Korea Selatan, yang kira-kira sebagai dua padang bola sepak. Taman ini mempunyai beberapa patung dibuat berdasarkan kedudukan hubungan seks.Mereka mengatakan bahawa banyak pasangan di negeri ini menggunakan taman ini sebagai destinasi untuk bulan madu. Yang benar adalah bahawa ia juga dikenali sebagai 'Pulau baru berkahwin.'






Untuk tempat wisata di Indonesia semaga nggak ada yang seperti ini.
Maaf hanya untuk pengalaman brow.....
By FieZtA music

Senin, 02 Desember 2013

Rambu-rambu penyusunan RPP tematik

3.1.1 rambu rambu penyusunan rpp tematik Presentation Transcript

  • 1. RAMBU-RAMBU PENYUSUNAN RPP PPT – 3.1-1 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1. RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. 2. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis. 3. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. 4. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. 2
  • 3. Komponen RPP ( Standar Proses No 65 Th 2013) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Identitas Sekolah Tema/Subtema Kelas/ semester Materi Pokok Alokasi Waktu Tujuan pembelajaran Kompetensi dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembelajaran Alokasi waktu Metode pembelajaran Media Pembelajaran Sumber belajar Langkah-langkah Pembelajaran Penilaian hasil Pembelajaran KD - KI 1 KD – KI 2 KD – KI 3 Indikator ..... Indikator .... KD – KI 4 Indikator... Indikator ... 3
  • 4. Komponen RPP  Pada kurikulum 2013, istilah standar kompetensi tidak dikenal lagi. Namun muncul istilah kompetensi inti.  Kompetensi inti o Gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan tema o Kemampuan yang harus dimiliki seorang peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran 4
  • 5. Prinsip Penyusunan RPP 1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik. 2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik. 3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis. 4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut. 5. Keterkaitan dan keterpaduan. 6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. 5
  • 6. Langkah Penyusunan RPP Pelaksanaan Proses Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi c. Konfirmasi (ditambah pendekatan scientific) 3. Kegiatan Penutup 6
  • 7. Langkah Penyusunan RPP (Lanj) 1. Kegiatan Pendahuluan o Orientasi • Memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, menampilkan slide animasi (jika memungkinkan), fenomena alam, fenomena sosial, atau lainnya. o Apersepsi • Memberikan apersepsi awal kepada peserta didik tentang tema yang akan diajarkan. 7
  • 8. Langkah Penyusunan RPP (Lanj) 1. Kegiatan Pendahuluan o Motivasi • Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari tema yang akan diajarkan. o Pemberian Acuan • Berkaitan dengan tema yang akan dipelajari. • Acuan dapat berupa penjelasan tema dan materi dari beberapa mata pelajaran. • Pembagian kelompok belajar. • Penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran). 8
  • 9. Langkah Penyusunan RPP (Lanj) 2. Kegiatan Inti o Proses pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. o Dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik. o Menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tema, yang dapat meliputi proses • • • • Eksplorasi; Elaborasi; Konfirmasi; dan Pendekatan Scientific 9
  • 10. Langkah Penyusunan RPP (Lanj) 3. Kegiatan Penutup o Kegiatan guru membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan. o Pemberian tes atau tugas, dan memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan. Pada langkah pembelajaran dalam RPP pengembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan harus tampak. Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan ilmiah atau scientific approach pada proses pembelajaran. 10
  • 11. Contoh Format RPP Satuan Pendidikan : …………………………………….. Kelas/Semester : …………………………………….. Tema : …………………………………….. Sub Tema : …………………………………….. Pertemuan Ke- : …………………………………….. Alokasi Waktu : …………………………………….. A. Kompetensi Inti B. Kompetensi Dasar C. Indikator Pencapaian Kompetensi D. Tujuan pembelajaran E. Materi ajar F. Metode pembelajaran 11
  • 12. Lanjutan………… G Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Alokasi Waktu …………………………………………………… …………………… Inti Penutup H Alat dan Sumber Belajar - Alat dan Bahan - Sumber Belajar I Penilaian Proses dan Hasil Belajar - Teknik - Bentuk - Instrumen (Tes dan Nontes) - Kunci dan Pedoman penskoran - Tugas Terima Kasih 12

Jumat, 27 September 2013

CONTOH HASIL LAPORAN PTK PENJASORKES LENGKAP


Posting ini sekedar untuk study banding buat teman-teman guru Penjasorkes yang mau menulis PTK, semoga dengan membaca contoh laporan di bawah ini anda bisa semakin jelas tentang cara membuat hasil laporan PTK.
Setelah membaca posting ini jangan lupa menuliskan pesan ya brow....!

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pelaksanaan pendidikan jasmani dan olahraga merupakan sebuah investasi jangka panjang dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia, hasil yang diharapkan itu akan dapat dicapai dalam waktu cukup lama. Oleh karena itu, jasmani dan olahraga terus ditingkatkan dan dilakukan dengan kesabaran dan keikhlasan. Hal ini tentu diperlukan suatu tindakan yang mendukung terciptannya pembelajaran yang kondusif.
Pengamatan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran permainan Bola Voli di beberapa sekolah, menunjukkan bahwa banyak ditemukan masalah, kurangnya penguasaan ketampilan tehnik, maka perlu diajarkan secara mendalam tentang tehnik dasar permainan bola voli.
Sehubungan dengan masalah itu terutama Passing, anak didik perlu diajarkan macam-macam Passsing. Sesuai dengan perkembangannya, Passing dalam permainan bola voli dikenal ada tiga, yaitu:Passing Bawah, Passing Samping, dan Passing Atas, akan tetapi Passing Bawah yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi ( menurut Bainil ).
Berdasarkan dari hal itu penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “ Upaya Mengatasi Kesulitan pada Passing Bawah “, karena pada hal ini sangat penting dicari solusinya.
B. Pembatasan Masalah
Untuk membatasi ruang lingkup penelitian penulis membatasi masalah sebagai berikut :
1. Upaya meningkatkan ketrampilan tehnik Passing Bawah dalam permainan bola voli.
2. Upaya meningkatkan Passing Bawah ini khusus untuk siswi pada kelas V SD Negeri 06 Giri Mulya.
C. Rumusan Masalah
Untuk membatasi ruang lingkup penelitian, maka penulis membuat masalah yang akan dibahas pada laporan ini dibatasi beberapa rumusan masalah antara lain sebagai berikut :
1. Faktor apakah yang menyebabkan anak kesulitan melakukan Passing Bawah ?
2. Bagaimana cara mengatasi kesulitan anak melakukan Passing Bawah pada permainan bola voli di kelas V SD Negeri 06 Giri mulya?
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
• Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bagaimana kondisi pengajaran Passing Bawah bola voli di kelas V SD Negeri 06 Giri mulya.
2. Mengetahui faktor – faktor yang menghambat penguasaan Passing Bawah bola voli yang baik dan benar pada siswa kelas V SD Negeri 06 Giri mulya.
3. Mencari cara mengatasi masalah yang dihadapi siswi kelas V SD Negeri 06 Giri mulya.
4. Memperoleh pengalaman dalam menyelenggarakan penelitian sederhana.
• Manfaat Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa, guru, peneliti, dan bagi sekolah yang bersangkutan, yaitu SD Negeri 06 Giri mulya.
a. Siswi
• Siswa dapat mengetahui betapa pentingnya permainan bola voli.
• Siswa dapat melakukan tehnik Passing Bawah dalam permainan bola voli.
b. Guru
• Sebagai bahan masukan dan menambah ilmu pengetahuan dari tehnik passing Bawah dalam permainan bola voli.
• Meningkatkan kualitas kemitraan antara sekolah dengan ekstern sekolah.
c. Penulis
• Untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa dalam melakukan tehnik Passing Bawah dalam permainan Bola Voli.
• Sebagai bahanperbandingan antara ilmu yang didapat dari lembaga dengan yang didapat dari lapangan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kerangka Teori
1. Sejarah
Permainan bola voli di ciptakan oleh William .G. Morgan pada tahun 1895. Ia adalah seorang pembina Pendidikan Jasmani pada Young Men Christian Association (YMCA). Di Kota Hal Yake, Massachusetts, AS. Mengingat Turnamen Bola Voli pertama ( 1947 ) di Polandia pesertanya cukup banyak, pada tahun 1948 IVBF ( International Volley Ball Federation ) didirikan oleh 15 negara.
Indonesia mengenal bola voli sejak tahun 1928 pada zaman penjajahan Belanda, kemudian pada tanggal 22 Januari 1955 PBVSI ( Persatuan Bola voli Seluruh Indonesia ) didirikan dan juga pertadingan bola voli masuk secara resmi dalam PON II 1951 di Jakarta dan POM I di Yogyakarta.
Indonesia pertama kalinya dalam sejarah pervolian Indonesia PBVSI mengirimkan Tim Bola Voli Yunior ke juaraan dunia di Athena, Yunani dari 3 – 12 September 1989, yakni melatih tim tersebut adalah Yano Hadian dibantu oleh Traimer Kanwar serta pelatih dari Jepang Hideto Mishaka.
2. Pengertian Bola Voli
Bola voli adalah suatu bentuk permainan yang dimainkan dua regu berjumlah 6 orang dengan tujuan mematikan bola di daerah lawan.
Tehnik adalah suatu proses membuktikan dalam praktek dengan sebaik mungkin dalam cabang bola voli. Adapun ketrampilan tehnik sebagai berikut :
a. Servis ( untuk mengawali permainan )
b. Passing ( menerima bola )
c. Umpan ( menyajikan bola )
d. Spike ( melakukan serangan )
e. Bendung ( blok atau menghadang serangan )
f. Receive ( menjaga bola menyentuh lantai )
Tujuan utama melakukan passing bawah adalah mempercepat laju bola dan jalannya bola laju kencang dari bawah ke atas. Tehnik passing bawah meliputi :
a. Sikap permulaan
- Kaki ditekuk pada lutut
- Telapak kaki keduanya melekat pada lantai dengan posisi yang sama.
- Badan condong kedepan ± 90°.
- Kedua tangan lurus kebawah serong kedepan.
- Bidang perkenaan dibuat selurus mungkin.
b. Sikap perkenaan
- Bola diterima dari lawan dan dikembalikan..
- Lurus dengan keadaan yang seimbang.
- Ayunan tangan memukul kkeatas dan kedepan.
- Perkenaan bola usahakan sejangkauan lengan dan gerakan pergelangan tangan aktif supaya bola berjalan top spin.
c. Sikap akhir
Sikap perkenaan bola gerakan dilanjutkan dengan langkah kedepan atau kebelakang dan pandangan kearah bola.
3. Perkembangan bola volly
Dalam perkembangannya, sekarang permainan bola voli telah menjadi olahraga kompetitif resmi yang selalu diperlombakan dalam setiap pesta olahraga. Orientasi pembinaannya lebih mengarah pada pencapaian prestasi, akan tetapi nilai rekreasi tidak akan hilang bahkan akan selalu meningkat.
4. Bentuk –bentuk Latihan
a. Latihan tanpa bola
- Sikap badan membungkuk kaki dibuka dan lutut sedikit ditekuk.
- Lengan dirapatkan satu dengan yang lain saling berpegangan.
- Gerakan tangan diayun keatas dan kebawah.
Latihan ini berguna untuk melatih anak menerapkan tehnik-tehnik Passing Bawah pada permainan yang sebenarnya, ini dilakukan dalam waktu 15 menit.
b. Latihan dengan bola ( modifikasi )
Anak saling berhadapan dengan yang lainnya, yang satu memberikan bola dan yang satu memberikan lagi menerimanya dengan Passing Bawah. Untuk melatih tehnik passing bawah ini penulis melakukan modifikasi mengenai bola, bola yang dipakai adalah bola plastik dan bola sebenarnya. Bola plastik digunakan penulis agar tangan anak tidak sakit dan supaya anak bersemangat dalam melakukan Passing Bawah .
c. Latihan dengan net
Untuk melatih anak menggunakan tehnik Passing Bawah , maka penulis menggunakan net untuk mengetahui sebatas mana kemampuan anak dalam melakukan passing bawah. Latihan ini dengan cara melempar atau melambung bola, lalu anak berusaha mengambil bola tersebut dengan Passing Bawah dan usahakan bola melawati net atau melambung net.
d. Latihan bermain hanya menggunakan Passing Bawah.
Untuk menetahui berhasil atau belum kita meningkatkan tehnik Passing Bawah pada anak, maka kita melakukan permainan yang sebenarnya tetapi menerima bola diharuskan dengan Passing Bawah.
B. Kerangka Berfikir
Permainan bola voli selalu identik dengan permainan laki-laki karena permainan ini memerlukan olah fisik yang tinggi, dalam melakukan berbagai tehnik khususnya Passing Bawah, karena itu kurang diminati wanita. Permainan ini biasanya digemari oleh siswa, sedangkan siswi cederung kurang mengemari. Hal tersebut dikarenakan berbagai faktor seperti, kekuatan dan kelincahan . untuk itu agar masalah ini dapat teratasi maka penulis berupaya melakukan berbagai cara yang relevan untuk untuk meningkatkan tehnik passing bawah dalam permainan bola voli pada siswi melalui latihan intensif dan kondusif. Pemberian motivasi dan penguatan serta tidak lupa memperhatikan porsi latihan dengan perkembangan fisik dan psikis siswi.
BAB III
PELAKSANAAN PENELTIAN
A. Metode Penelitian
1. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Tindakan Kelas ( Action Research)
2. Rencana penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tindakan yang didalam nya terdapat empat tahp kegiatan yaitu : perencanaan , pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi ( Kurt Lewis ; dalam Rochiati 2006) : keempat fase dari siklus PTK ini adalah :
Perencanaan
Refleksi Tindakan
Pengamatan
a. Tahap perencanan
Suatu perencanaan yang baik hendaknya memenuhi dua kriteria utama penelitian :
- Peneliti memahami perencanaan penelitian tersebut dengan baik.
- Perecanaan disusun untuk mempermudah penelitian tindakan tersebut.
b. Tahap observasi
Merupakan tahap pengamatan terhadap proses atau hasil pembelajaran bola voli pada kelas atau siswi yang menjadi objek. Prosedur ini dilakukan untuk mendapatkan data penelitian yang sesuai dengan kenyataan yang dihadapi.
c. Tahap refleksi
Tahap refleksi ini peneliti mengkaji , meihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan dengan menggunakan berbagai kriteria. Berdasarkan hasil reflesi ini peneliti bersama-sama rekan guru dapat merevisi untuk memperbaiki Penelitian Tindakan Kelas.
d. Evaluasi
Siswi diberi evaluasi atau latihan dalam meningkatkan ketrampilan Passing Bawah.
B. Pelaksanaan Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian ini peniulis melakukan penelitian :
1. Tahap pelaksanaan tindakan pertama pada hari selasa 7 September 2010 dan tahap kedua pada hari selasa 21 September 2010.
2. Tempat pelaksanaan di SD Negeri 06 Giri mulya.
C. Alat Pengumpulan Data
a. Metode Observasi
Penulis melihat secara langsung tentang keadaan atau kondisi siswi SD Negeri 06 Giri mulya.
b. Wawancara
Peneliti menggali informasi dengan berkomunikasi lansung dengan siswi SD Negeri 06 Giri mulya tentang kebiasaan siswi menggunakan passing.
c. Evaluasi atau Tes
Pengumpulan dengan berbagai cara evaluasi agar peneliti mengetahui sejauh mana kemampuan siswi dalam menguasai passing bawah yang disesuaikan fakta yang ada dilapangan.
D. Analisis Data
Setelah data diperoleh terkumpul, maka data tersebut di dengan membandingkan data – data yang telah didapat terhadap hal – hal yang berkaitan dengan penelitian guna mendapatkan informasi yang baik dan mudah dipahami, kemudian hasil dari metode – metode diatas dilakukan evaluasi atau tes.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SD Negeri 06 Girimulya yang terletak di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Letak dan suasana SD cukup strategis yang cukup kondusif untuk melakukan proses belajar mengajar.
Dari segi fisik, bangunan SD ini cukup baik, walaupun ada beberapa gedung atau ruangan yang belum tersedia. Seperti Ruang guru dan perpustakaan. SD ini terdiri dari 9 ruangan, 6 ruag kelas, 1 ruang guru dan kepala sekolah ,ruang UKS, 1 gudang merangkap dapur, 1 WC guru da 1 WC siswa.
Jumlah murid di SD ini tergolong sedang untuk ukuran pedesaan, yaitu berjumlah 67 siswa. Mengenai sarana dan prasarana yang dapat medukung kegiatan olahraga yang tersedia di SD ini tergolong lengkap, khususnya untuk sarana bola voli yaitu : 1 lapangan boal voli, 2 buah net dan 2 buah bola voly. Ini adalah gambaran singkat tentang kondisi SD Negeri 06 Girimulya.
SIKLUS I
1. Perencanaan Tindakan
Ada beberapa perencanaan tindakan pertama yaitu :
a. Memilih siswa yang akan ikut dalam latihan tehnik Passing Bawah.
b. Mempersiapkan perangkat belajar mengajar,seperti : bola,net,dan lain –lain.
c. Melakukan pre-tes dengan tehnik passsing bawah.
2. Pelaksanaan Tindakan I
a. Waktu pelaksanaan tindakan atau latihan : Selasa, 7 september 2010 dan Selasa, 14 September 2010.
b. Tempat pelaksanaan : SD Negeri 06 Girimulya.
c. Kegiatan belajar mengajar disesuaikan dengan rencana kegiata, yaitu :
- Melakukan pre-tes selama 10 menit untuk memotivosi siswi menerima pelajaran atau latihan.
- Menjelaskan tehnik Passing Bawah dalam permainan bola voly.
- Guru membimbing siswi dann memberikan bantuan kepada siswi yang memmbutuhkannya.
- Guru mengadakan evaluasi.
3. Observasi Tindakan I
a. Kondisi pengajaran bola voli pada kelas V SD Negeri 06 Girimulya sebelumnya.
Pelaksanaan kegiatan bola voly pada kelas V terlihat kurang aktif. Sebelumnya guru hanya menyajikan pokok bahasan yang tercantum dalam kurikulum, sementara kurikulum sendiri tidak terdapat pokok bahasan permainan bola voli.
Disamping itu juga kurang mengaktifkan program ekstra kulikuler untuk memberikan pedalaman materi yang perlu di ajarkan di jam luar sekolah, khususnya pada permainan bola voli yang sangat memerlukan waktu latihan yang cukup lama.
Selain itu juga lingkungan tempat siswi pun sering diadakan permainan bola voli pada sore hari, akan tetapi sayang nya jarang sekali melibatkan siswi.
Dengan menggunakan metode wawancara, penulis mengadakan tanya jawab kepada orang tua / wali murid mengapa anaknya tidak di ikutkan pada program ekstrakulikuler, orang tua menjawab, kemauan anak itu sediri yang kurang tertarik pada perminan bola voli karena memang butuh waktu lama untuk menguasainya.
b. Faktor yang menghambat penguasaan tehnik Passing Bawah bola voli siswi kelas V SD Negeri 06 Girimulya ada beberapa faktor, yaitu :
- Faktor kekuatan
Disini masih banyak yang belum mampu menyebrangkan bola dikarenakan belum begitu kuat untuk menahan pukulan bola dari tempat lawan dan ditambah lagi kurangnya tehnik yang cepat.
- Faktor tehnik
Dilihat dari segi tehnik Passing Bawah siswi masih banyak melakukan kesalahan :
1. Sikap permulaan
- Kaki masih dalam keadaan lurus dan sejajar jarak antara kedua kaki masih terlalu lebar.
- Sikap badan belum terlalu condong kedepan, pada tahap ini akan menyebabkan kurangya keleluasaan untuk bergerak pada saat menerima bola.
2. Sikap perkenaan
Disini siswi terlalu sering melakukan kesalahan yang cukup merugikana dan fatal :
- Siswi masih mereasa takut menerima bola sehingga keseimbangan hilang.
- Ayunan tangan masih kaku, sehingga tubuh siswi ikut bergerak tidak tertur.
Disini siswi belum percaya diri untuk menyebrangkan bola, sehingga siswi menerima bola dan berusaha mengembalikan dengan sekuat-kuatnya sehingga bola tidak terarah baik.
3. Sikap akhir
Sikap akhir ini siswi masih menunggu ditempat dan terpaku pandangannya kearah bola, karena kurang percaya diri dan masih takut menerima bola.
- Pada saat perkenaan dengan bola
Sehubugan dengan kesalahan –kesalahan diatas pada saat perkenaan dengan bola terlalu kaku atau takut sehingga menghasilkan bola terlalu melambung tinggi dan tidak terarah net tempat lawan.
4. Refleksi Tindakan I
Berdasarkan hasil observasi pada tindakan pertama siswi masih lamban menerima penjelasan guru tentang Passing Bawah yang benar. Dalam mengatasi masalah ini SD Negeri 06 Girimulya khususny di kelas V yaitu dengan cara guru sebaiknya menerapkan perpaduan sikap tehnik Passing Bawah yang sebenarnya kepada siswa dan menjelaskan fungsi sikap tersebut., supaya siswi lebih memahami dan dapat melakukan tehnik Passing Bawah dengan baik dan benar.
Selain itu guru juga dapat melakukan penambahan jam pelajaran atau ekstrakulikuler yang sebaiknya minimal 2 kali semingggu. Disini maksudnya agar anak lebih banyak mencoba dan dapat melihat masalah tersebut agar anak terbiasa menggunakan Passing Bawah yang akhirnya dapat bermain Voli yang baik dan benar sesuai dengan tehnik-tehnik permainan.
SIKLUS II
1. Perencanaan Tindakan II
Ada beberapa yang harus di persiapkan oleh peneliti pada tahap ini, antara lain :
a. Mempersiapkan perangkat kegiatan belajar mengajar
b. Mengadakan apresiasi dengan memotivasi siswi.
c. Menjelaskan tehnik Passing Bawah yang benar.
d. Memberi kesempatan kepada siswi untuk bertanya menuangkan ide nya.
e. Melakukan praktek dengan membimbing anak secara individual.
f. Mengadakan evaluasi.
2. Tahap Tindakan II
a. Waktu pelaksanaan : waktu pelaksanaan tindakan tahap kedua ini dilakukan pada tanggal 21 September 2010
b. Tempat pelaksanaan : SD Negeri 06 Girimulya
c. Kegiatan belajar mengajar :
- Memberikan motivasi kepada anak agar semangat didalam latihan.
- Memberikan kepada siswi untuk praktek sendiri.
- Guru menjelaskan kembali tehnik Passing Bawah yang baik dan benar.
- Guru membimbing siswi dalam mempraktikkan tehnik Passing Bawah.
d. Kegiatan inti dilakukan selama 90 menit.
3. Observasi Tindakan II
Dari hasil pengamatan peneliti pada siklus kedua ini ketrampilan Passing Bawah yang dimiliki siswi sudah meningkat dibandingkan dengan Siklus II. Dan di dalam melakukan latihan siswi sudah menunjukkan keseriusan dan semangat dalam permainan bola voli.
4. Refleksi Tindakan II
Berdasarkan hasil observasi pada tindakan kedua ini siswi sudah menunjukkan ketrampilannya dalam melakukan Passing Bawah. Untuk proses belajar mengajar selanjutnya perlu lebih meningkatkan kembali tehnik permainan bola voli secara keseluruhan agar siswi dapat bermain voli dengan benar.
A. Pembahasan
Hasil peneitian menunjukkkan bahwa proses latihan yang kondusif dapat meningkatkan ketrampilan bermain voli dan dapat menggunakan tehnik Passing Bawah dengan benar.
Ketrampilan siswi meningkat karena siswi lebih aktif belajar dan tumbuhnbya rasa percaya diri serta semangat didalam kelompok bermainnya. Yang lebih tampak kekompakan dan kejasama untuk memahami tehnik Passing Bawah ini dengan memecahkan kesulitan secara bersama.
Subjek penelitian ini adalah siswi kelas V SD Negeri 06 Giri mulya, maka siswi harus berprakarsa sendiri , mengamati, menganalisa, membantu penilaian dan sebagainya. Fungsi guru hanya sebagai fasilitator atau pembimbing sesuai dengan prinsip belajar dengan keaktifan dalam belajar dan mengikuti latihan.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa bimbingan guru sebagai pendidikan sangat membantu menumbuhkan semangat dan motivasi kepada siswi untuk lebih meningkatkanketrampilan tehnik Passing Bawah dalam permainan bola voli.
Sungguh pun demikian guru harus meyakinkan siswi bahwa belajar dan latihan secara efektif dan serius dapat berpengaruh pada keberhasilan siswi untuk meningkatkan ketrampilan bermain voli dan hal ini juga tergantung kepada sejauh mana siswi dapat memanfaatkan waktu yang diberikan dan keseriusan siswi dalam mengikuti latihan baik dalam waktu pelajaran Penjaskes maupun waktu diberikan ekstrakulikuler.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas di SD Negeri 06 Girimulya tentang “ Upaya Meningkatkan Tehnik Passing Bawah dalam Permainan Bola Voli pada Siswi Kelas V SD Negeri 06 Girimulya” dapat disimpulkan beberapa hal :
1. Faktor – faktor yang menghambat kemampuan tehnik passing Bawah pada permainan bola voli di kelas V diantaranya :
a. Faktor kekuatan, siswi belum mampu mengembalikan bola ketempat lawan secara langsung.
b. Faktor tehnik , siswi belum mampu memahami dan menerapkan rangkaian gerakan tehnik Passing Bawah dengan baik.
2. Cara mengatasi tehnik Passing Bawah bola Voli salah satu yaitu memberikan latihan yang khusus diluar jam sekolah tentang penerapan gerakan tehnik Passing Bawah bola voli agar lebih banyak mencoba dan bisa memecahkan masalah sendiri dengan bimbingan guru.
B. Saran
Dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru, guru pendidikan hendaknya dapat memotivasi siswi agar lebih kretif dan meningkatkan kemampuannya , khususnya dalam permainan bola voli. Selain itu juga guru harus membimbing da mengarahkan siswa dalam meningkatkan ketrampilannya dalam tehnik Passing Bawah bola voli, dan yang paling penting adalah cara guru mengembangkan metode pembelajaran agar timbul kegairahan siswa untuk belajar,kemudian hendaknya siswi lebih giat belajar lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Bainil. 2003/2004.hubungan kekuatan otot Lengan dengan Kemampuan Passing dalam Permainan Bola Voli. Skripsi (tidak dipublikasikan)
Kuswajaya,wihardit .2006.Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:universitas Terbuka
Viera,Barbaral dan Fengason Bonnic Jill.1996.Volley Ball. University of Delawk .
Rochiati,Wiriatmaja.2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas . Bandung : PT.Remaja Rosdakarya.
Sarayin.BA.1998.Penuntun Pelajaran Orkes Kelas I SMA. Ganeca Excac. Bandung.
DAFTAR TABEL
Tabel I. Hasil Belajar Passing Bawah Bola Voli Sebelum dilakukan Tindakan penelitian.
NO NAMA SISWI NILAI HASIL TES NILAI
RATA-RATA
TES I TES II
1 AMARTYA PUTRI 60 70 65
2 VIVI NURJANAH 60 70 65
3 MUTHIA HAMIDAH 60 60 60
4 MARSHELA 50 50 50
5 TRIANA NOVIANI 60 70 65
6 ERI GOESTY 50 50 50
7 DIAH MULI 50 50 50
Tabel 2. Hasil Belajar Passing Bawah Bola Voli Sebelum dilakukan Tindakan penelitian.
NO NAMA SISWI NILAI HASIL TES NILAI
RATA-RATA
TES I TES II
1 AMARTYA PUTRI 80 80 80
2 VIVI NURJANAH 80 80 80
3 MUTHIA HAMIDAH 80 80 80
4 MARSHELA 60 60 60
5 TRIANA NOVIANI 80 70 75
6 ERI GOESTY 60 70 65
7 DIAH MULI 80 70 75
DAFTAR GAMBAR
Diagram Batang hasil Tes Sebelum dan Sesudah Dilakukan Penelitian.
# Semoga bermanfaat buat teman2 guru Penjasorkes.

Minggu, 22 September 2013

Logo FieZtA music



                                            THE BEST OF DIGITAL MUSIC PROGRAM
ONE OF THE CITY REMBANG MUSIC GROUP, CENTRAL JAVA, INDONESIA THE MOST CREATIVE AND INNOVATIVE GOT SO FAR HONORS.
email : fiezta.music@gmail.com
Blog  : http://www.fieztamusic.blogspot.com